Loving you it hurt sometimes. I am standing here you just don’t bye. I am always there you just don’t feel, or you just don’t wanna feel. Don’t wanna be hurt that way. It doesn’t mean I am givin’ up. I wanna give you more, and more and more…
——
ahh.. Terkadang saya meringis melihat diri saya sendiri di depan cermin. Bukan!! bukan karena wajah saya yang cakep n tampan kata orang-orang, tapi karena saya seteres melihat betapa kucel dan kusut nya wajah ini.
Pejuangan hidup mulai terasa berat. Sangat berat. Dalam usia yang masih muda belia ini, saya dituntut untuk mengemban tanggung jawab yang sangat besar, sebagai mahasiswa, sebagai seorang anak, dan sebagai pekerja, ahh tak lupa sebagai seorang pria!! (anda tahu maksud saya kan??hihi)
Beban mental dan perasaan mulai menggerogoti liang hati saya yang paling dalam yang berpengaruh pada kinerja otak saya dan pergerakan otot saya. Jadi jangan heran kalo sewaktu-waktu tiba-tiba saya sering terdiam dan memiliki pandangan kosong.
——
Sebagai mahasiswa
cuma dua kata yang sedang saya pikirkan saat ini, dua kata yang paling menyita seluruh kuota pikiran saya : TUGAS dan UJIAN!!!
Sebagai anak
Arggghhh…yaya, saya juga harus membantu orang tua dirumah (walaupun kenyataan nya jarang dirumah). Pikiran untuk berusaha bisa membantu itu saja sudah membuat saya merasa tidak enak hati karena tidak bisa terealisasi.
Sebagai pekerja
Hahhh.. Kesan pertama selalu begitu menggoda, begitu antusias dan menyenangkan. Selang 2 bulan kemudian : Capeknya minta ampun dan tak bisa ditunda-tunda, belum lagi kalo saya sedang banyak tugas dan dekat ujian, letakkan penggorengan berisi telur ayam mentah diatas kepala saya, niscaya 10 menit kemudian anda bisa menikmati telur mata sapi.
Sebagai pria
Ini dia. Satu masalah yang paling mengganggu. Setiap hari saya selalu diganggu dengan pikiran saya yang bertanya : “Bisa gak sih kita gak jatuh cinta??” dan dijawab dengan hati saya dengan nyanyian patah hati dan gugur pahlawanku yang datang ribuan kali.
Saya lelah. Jujur saja. Untuk mencari seseorang yang tepat di hati, mencari orang yang bisa diajak berbagi, mencari seseorang yang selalu dinanti ketika kita sedang larut dalam kesibukan kita. Dan tentu saja, mencari seseorang yang mencintai saya apa adanya dengan segala kekurangan yang saya miliki.
Apa saya terlalu naif? ketika ada wanita yang mendekat saya menjauh, ketika saya mendekati wanita eh malah wanitanya yang menjauh. Cinta memang tak bisa dipaksakan kata orang.
(buat om-om dan tante-tante yang baca..maaf ini curhatannya remaja yang baru puber pertama..khikhikhi..)
Sejujurnya saya sudah tak ingin mencari lagi, dan membiarkan pikiran saya dengan kuasanya mengatakan : “Biarkan saja..jodoh ada di tangan TUHAN, tak akan lari kemana, jika sudah waktunya pasti akan datang” . Tapi entah kenapa hati saya dengan nyanyian syahdunya meniupkan angin2 nada yang menerbangkan kata-kata itu entah kemana, membuat saya terus mencari dan mencari.
Dan saat ini, cuma ada satu orang yang selalu mengganggu pikiran saya. yaa kamu!! Sapa lagi?!! cuma kamu.. Untuk dirimu, saya persembahkan kata2 pembuka di bagian atas tulisan saya ini, karena memang begitulah adanya.
Hanya saja, saya tak tahu harus maju terus ato menyerah sampai disini. Yang saya tahu pasti, kedua pilihan akan merubah saya. Ya, mungkin aku gak akan jadi aku yang kamu kenal lagi. Entahlah, kita lihat saja nanti.
———–
Oiya,maaf untuk teman2 semua yang sudah berkenan mampir ke blog saya ini, maaf kalau saya belum sempat mampir balik ke sana. Tugas dan ujian yang sangat2 sudekat mengalihkan dunia saya.
akhir kata saya ucapkan : “terima kasih bapa, ibu, kakak, dan teman semua….”
*Loh????* mabuk mode: on