Saya…
saya lelah.
Ingin sekali rasanya kabur sejenak dari semua rutinitas ini, dari semua perasaan ini. Seminggu belakangan ini, seakan-akan bayangan dari masa lalu terus mengejar derap kaki langkah saya. Dan ketidak jelasan akan masa depan, membuat saya ragu untuk melangkah lebih jauh. Sementara itu, masa kini pun tidak memberikan titik terang mengenai keberadaan saya saat ini.
Saya bingung.
Semua pilihan yang ada rasa-rasanya berujung dengan ketidak pastian dan rasa sakit. Seperti memakan buah simalakama kalau orang bilang. Kalau dimakan, saya masuk mulut buaya, kalau tidak dimakan saya masuk mulut macan. Dan entah saya harus tetap maju atau mundur perlahan untuk beberapa masalah. Karena kedua pilihan terlihat begitu menawarkan hasil yang menyakitkan.
Saya bosan.
Terkadang menghadapi permasalahan yang sama setiap waktu, meskipun setiap saat dan setiap masalah itu datang terasa jauh lebih berat dari sebelumnya, saya bosan. Saya merasa, saya hanya berada di satu titik sepanjang waktu dan tak pernah beranjak. Saya bosan menghadapi perasaan yang sama, saya ingin melewatinya begitu saja, melupakannya. Tapi kenapa perasaan itu tetap ada disana?
Saya benci.
Yah, saya belum berdamai dengan kebencian yang ada dalam diri saya. Terkadang saya bisa membenci seseorang sampai merasuk kedalam sumsum tulang. Rasa benci yang menumpuk sekian lama, yang hanya saya pendam untuk diri saya sendiri, yang saya coba tak hiraukan, yang membuat saya terlihat menjadi orang yang pendiam.
Saya marah.
Semarah apapun saya dengan orang lain, terkadang saya lebih marah terhadap diri saya sendiri. Karena terlalu sering membiarkan diri saya terluka oleh masalah-masalah kecil. Karena saya tidak bisa melakukan apa yang ingin saya lakukan. Karena saya terlalu lemah, dan karena saya terkadang menjadi si bodoh yang egois dan sombong.
Saya kesepian.
Dengan semua perasaan melankolis yang saya miliki, dengan kesendirian yang terlalu lama menjadi sahabat saya, dan pintu hati yang tertutup dan terkunci dengan kunci yang telah lama hilang. Terkadang saya merasa sendiri di antara keramaian tawa. Terkadang saya merasa berada di dunia yang berbeda dengan semua orang, yang membuat saya terkadang merasa gila.
————-
Dan sekian banyak saya lain yang tak bisa di jelaskan dengan kata-kata. Saya bukanlah manusia sempurna yang tak bisa merasa. Saya hanya manusia biasa yang hidup apa adanya, serba berkecukupan, cukup makan, cukup minum, cukup sayang cukup cinta.
Tapi kenapa saya tak pernah merasa puas???





