May 1 2009

Travellous - A TRAVEL JOURNAL

TRAVELLOUS - A TRAVEL JOURNAL

BY ANDREI BUDIMAN

“Begitu selesai membaca buku ini, Saya selalu berharap kalo buku ini adalah sebuah novel fiksi. Jadi tidak perlu menunggu lama untuk menantikan kelanjutan ceritanya.”

(adhi muliaharta,mahasiswa fak. kedokteran gigi, seorang blogger, dengan cita-cita menjadi fotografer)

Malam berganti malam, dan hari berganti minggu. Saya selalu harap-harap cemas menanti datangnya sebuah kabar yang datang dari teman di pulau seberang. Entah kenapa, saya merasa begitu excited saat mendengar kabar ini terpampang di blognya. Dan saya bagaikan seorang anak yang di janjikan sebuah mainan, mengisi hari dengan penantian yang akhirnya kini terbayar sudah.

Suatu sore, dikala saya sedang terdiam menatap indahnya semburat mentari sore dari beranda rumah saya. tiba-tiba sebuah sms membuyarkan lamunan saya. Dan akhirnya, datang juga kabar itu.

“Dhi, info lengkapnya tentang bukuku sudah aku kirim ke emailmu, cek ya!!”

andrei.

Oalah, betapa girang hati saya membacanya. Sebuah buku yang sudah lama saya tunggu kemunculannya. Sebuah buku yang diangkat dari sebuah blog yang dulu selalu saya kunjungi setiap hari, hanya untuk mengecek apakah ada tulisan baru di blog itu. Sebuah buku yang berisi tulisan-tulisan yang dahulu pernah memberikan inspirasi bagi hidup saya bahkan hingga sekarang. Dan selalu mampu membuat saya tertawa tergelak-gelak bahkan menitikan air mata haru di setiap ceritanya.

————–

Andrei budiman, anak pertama dari tiga bersaudara yang sehari-harinya bekerja sebagai kritikus film Montase dan menghabiskan waktunya menonton banyak film ini. Lahir pada 26 November di ibukota selatan kalimantan. Dikenal sebagai seorang Backpacker dan penulis sejak jaman ia masih berseragam putih abu-abu dulu. (ini katanya lho ya!!hihi, berdasarkan yang saya baca di bagian belakang bukunya.)

Perkenalan saya dengan Andrei dimulai ketika saya memulai aktivitas blogger saya untuk mengenalkan blog kitatentangsemua.com ini kepada blogger lain (baca:blogwalking). Entah dari blog mana saya mendapatkan link ke blog andrei, saya lupa, yang pasti saat itu saya telah terlarut membaca kisah petualangannya bersama seorang gadis bernama Julls dalam cerita “Continue to the north”.

Dengan gaya menulisnya yang benar-benar menarik, seakan-akan membuat saya juga ikut larut dalam semua cerita yang ia tuliskan. Saya benar-benar tidak menyangka kalau beberapa hari berikutnya saya menghabiskan waktu-waktu saya dengan membaca kisah perjalanannya dari awal sampai akhir.

————-

Hemm, jadi begitu mendengar blog ini akan di bukukan, saya segera menghubungi andrei via email, untuk segera memesan sebuah bukunya. Ada banyak kisah yang membuat saya penasaran akan kelanjutan ceritanya, ada banyak juga cerita yang hilang yang tidak sempat di tulis andrei pada blognya. Dan kisah terakhir yang dipostingnya membuat saya bertanya-tanya dan tanya-tanya, apa kelanjutan ceritanya.

Dan pada akhirnya, sampai juga buku ini di tangan saya. Buku yang penuh makna dan inspirasi. Buku yang terdiri dari jurnal-jurnal nyata dari sebuah perjalanan seorang anak manusia menaklukan benua eropa. Dimana didalamnya terdapat berbagai petuah, berbagai macam budaya, Kisah sedih seorang backpacker dan romansa kehidupan cinta seorang anak Banjar yang sangat menyentuh hati saya.

Buku ini pula yang telah memberikan inspirasi bagi saya, juga semangat hidup yang dahulu sempat memudar. Seakan-akan buku ini mampu membuat saya bermimpi mengenai masa depan saya yang lebih cerah.

Dan dari dalam hati saya yang paling dalam, buku ini merupakan salah satu keajaiban bagi kehidupan saya. Yang sangat berharga dan bermakna.

————

Dan akhir kata, untuk anda yang belum membaca buku ini, saya sertakan sebuah penggalan kisah yang membuat saya benar-benar terharu dan menjadi inspirasi saya dalam menjalani kehidupan ini :

Merindu di kota yang dingin

Malam harinya selepas makan malam, kami bercakap di beranda hostel, langit di Lucerne benar2 indah kala malam, bintang2 nya jelas terlihat. Julls mampu menebak berbagai rasi yang terukir di langit gelap. Dan ketika obrolan kami sampai pada rindunya pada sebuah rumah, tiba2 saja saya teringat sama Ibu saya di rumah, sedang apa beliau sekarang?
Dalam malam yang berbalut kerinduan, Julls merebahkan kepalanya di pundak saya seraya menekuk ke dua kakinya.
“Rei…kalo nanti kita berpisah dan pulang ke negara masing2, apa kamu akan rindu sama saya?”
“Yaa, saya pasti merindukan mu. Hmmm…gak kebayang hubungan apa yang sudah kita bina ini ya? Beruntung dalam sebagian umur ini kita ketemu ya?, coba bayangin kamu dari London dan saya dari Banjarmasin, ini bukan sebuah kebetulan kalo saya bilang”
“Karena itu Rei, saya ikut kamu traveling seperti ini, supaya nanti klo pulang, kamu masih ingat saya”
Saya terdiam… kalo udah bicara masa depan gini, perasaan jadi kelu mikirnya. Apalagi umur udah gak remaja lagi. FYI saya dan Julls beda umurnya cuma setahun, dia lebih muda daripada saya.
“Nanti kamu kalo udah pulang mau kerja dimana?” tanya saya
“Yang jelas sekarang ini saya punya gallery seni yang saya buka bareng temen2, dan kedepannya mungkin saya mau meluaskan kemampuan saya di bidang Fine Art, cukup menjanjikan, apalagi saya sudah punya nama, kalo kamu Rei?”
“Kalo kerja di bidang seni di Indonesia, sepertinya masih belum menjanjikan Julls, ga tau nanti saya mau kerja dimana? Bisa jadi saya nanti pengangguran, seperti jutaan sarjana di negara saya, mungkin pas tua buka usaha kecil2 an di kampung sambil ingat2 masa2 remaja dulu, dan ingat kamu yang mungkin kelak jadi seniman terkenal atau mikirin kamu nanti udah punya anak berapa, Hehehe”
“iiihh apaan sih, pesimis amat?”
“Nggak! Kata siapa? Aku cuma sembari memaparkan realita saja kok”
“Ayolaah Rei, kerja di luar negeri saja kalo begitu ketempat yang menghargai kemampuan mu”
“Kamu enak Julls, saya ini lahir dan besar di kampung dimana unsur kekerabatan dan kekeluargaan sangat erat sekali, kamu tau gak kalo….” saya sempet tersendat, tanpa terasa mata saya panas, ada air mata yang mulai menepi.
“Kamu tau gak Julls, saya gak kuat baca Imel dari Ibu saya yang bilang kalo beliau kangen sekali sama saya…”
“Jadi saya gak bisa bayangin kalo kelak saya akan hidup di negara orang dan ngebiarin Ibu saya sendiri dalam masa tua nya di kampung… lebih baik saya kelak hidup sederhana dari pada harus ngebiarin Ibu saya kesepian dalam masa tuanya”
Kalimat terakhir itu bikin saya nangis (bahkan pas ngetik tulisan untuk blog ini saja hidung saya langsung mampet, menahan air mata yang gak bisa berhenti mengalir)
Julls merangkul saya, saya gak mau liat Julls dengan mata basah, demi Tuhan saya merindukan Ibu saya.
(Ibu…saya kangen, semoga Ibu sehat disana….)
Saya menangis dalam diam, Julls menggenggam tangan saya…
“Rei saya gak peduli gimana masa depan kamu, dan seberapa jauh kelak kita terpisah, saya janji kelak suatu saat nanti saya akan mengetuk pintu rumah mu nun jauh disana, saya akan kesana entah sejauh mana kamu nantinya Rei..”
Saya cuma terdiam, saya gak tau musti ngomong apa lagi, hati ini sudah berkecamuk dalam perasaan yang tidak menentu, sampai ketika saya berani membalas genggaman tangannya, barulah saya menatapnya
…….
“Datang lah Julls, Ibu saya pasti akan senang menemui mu”
Julls mengangguk cepat Dallam senyuman nya yang basah oleh air matanya, entah ia ikut menangis karena apa? Mungkin menangis membayangkan masa depan saya yang masih tidak menentu.

by andrei travellous (travellous@gmail.com // http://www.travello.us/ )

———-


Apr 17 2009

Obrolan tentang Belanda

“Belanda itu unik, sebuah negara yang tidak terlalu besar namun berbagai macam ras suku bangsa berbaur menjadi satu di dalamnya”

———

Kurang lebih begitu petikan ucapan salah seorang teman saya yang telah lebih dahulu mengecap pendidikan disana. Malam telah larut kala itu di Denpasar, sementara di negeri nun jauh disana sang surya masih menampakan sinarnya terang.

Kami berbincang mengenai banyak hal malam itu, bagaikan dua orang teman seperjuangan yang telah lama tak bertatap muka dan bertukar kabar mengenai keadaan masing-masing. Ya, tak terasa hampir 3 taun lamanya kami tidak bertemu, semenjak sekolah jenjang Atas itu mencapai titik akhir.

Namun Teknologi sekali lagi menunjukan kedigjayaan, sebuah situs jejaring pertemanan telah mempertemukan kembali kami berdua. Dan memberikan kesempatan melampaui ruang jarak dan waktu untuk sekedar bercakap-cakap ringan.

“Jadi kamu di Belanda sekarang?” Tanya saya setelah sebelumnya berbasa-basi ringan mengenai kabar ini dan kabar itu.

“Yaph.. Seperti janjiku dulu waktu Sma. Aku bakal sekolah keluar negeri. Mencari tantangan baru, hidup baru.”

“Ah, kamu emang selalu seperti itu, selalu nggak betah diem disatu tempat, hihihi. Btw, kenapa mesti ke belanda?? Bukannya ada negara yang lebih deket?? Aussy? Malay? Spore? timor leste??banyak kan??”

“Yah, pertama ya karena makin jauh tu justru makin asik, Di!! Lebih banyak banyak tantangannya! hahahaha. Terus aku daridulu emang udah ngebet banget pengen ke Belanda”

“Ya, kenapa?”

“Hemm, Disini itu asik banget tempatnya. Kamu tau, kalo Belanda itu unik. Sebuah negara yang tidak terlalu besar namun berbagai macam suku bangsa berbaur menjadi satu disini. Kamu bisa bertemu berbagai macam orang dari berbagai negara dan gak perlu pergi lebih jauh lagi buat belajar tentang budaya dari seluruh dunia. Hemat uang kan??hehehe”

“Kenal lebih banyak orang dari berbagai belahan dunia. Belajar mengenai budaya mereka, terus secara otomatis yang kita hadapin disini itu gak lagi orang-orang lokal aja, tapi udah global. Kuliah disini bisa sekalian belajar gimana caranya kita bisa kerjasama dengan banyak orang yang culture nya beda banget dengan kita di Indonesia. Kita dituntut untuk bisa jadi lebih profesional dalam setiap tugas yang kita kerjain dan jadinya skill-skill kita bisa terasah dengan baik.  Hemm, tapi ya kamu gak bakal tau rasanya tinggal disini kalo belum nyoba sendiri, Di!”

“Yayaya, tapi kapan dong aku kesana? Lagi gak memungkinkan buat aku yang sekarang. Hhehe, jadi cukup puas dulu plus iri banget deh denger cerita-cerita kamu tentang asiknya kuliah disana. Terus-terus??”

“Terus apa?”

“Yee, lanjutin ceritanya tentang tempat kamu kuliah,  apa namanya itu?? Hollanda??hehe..”

“Hmm oiya, disini aku juga bisa belajar banyak tentang gimana cara kita ngomong dengan orang lain dari negara lain, gimana sikap kita yang semestinya ngadepin mereka”

“Beda ya?”

“Yaiyalah, Dhi! Inget kata pepatah dulu, jika ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi!!”

“Eh????????”

“Eh,salah-salah!!! hahahahaha…lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, gto!!”

“Hahaha, dasar kamu! Rugi kuliah jauh-jauh di belanda, oon nya masih tetep di pelihara, hahaha!”

“Huu!! biarin!!”

“Lnjutin oi, ceritanya!!  Hemm tentang gimana hidup mu disana??”

“Hidupku disini ya penuh petualangan dan tantangan, Dhi!! Tinggal jauh banget dari orang tua plus numpang di negeri orang buat aku jadi lebih mandiri. Aku bukan aku yang dulu kamu kenal, yang manja and lain sebagainya.”

“Masak??”

“Yee, bener!! Disini tuh, aku belajar survive dari yang namanya homesick, terus sakit tu gak ada yang ngurus, kadang-kadang kesepian juga, terus ngerjain apa-apa serba sendiri, gak ada nyokap lagi yang masakin kita, bangunin kita tiap pagi, ato pembantu yang nyuciin pakaian kita and bersihin rumah kita. Semuanya serba dilakuin sendiri. Jadi gak ada waktu buat yang namanya manja-manjaan. Terus, kita juga bisa sekalian menghasilkan duit sendiri disini, kerja part time di resto, jadi baby sitter, jadi tukang bersih-bersih rumah atau kantor, kerja di toko, dll. Setidaknya hasil gaji kita bisa buat nutup-nutupin living cost di sini. bahkan ada juga yang udah gak dikirimin duit untuk living cost sama orang tuanya dan menghidupi dirinya sendiri dari hasil kerja part time nya itu.”

“Wow, kalo udah kayak gitu percaya deh aku sama kamu. hehehe. Kalo soal pergaulan disana kayak gimana? Apa sama aja dengan pergaulan di negara barat lain yang serba “free” itu???”

“Hemm, kalo soal pergaulan sih ya pinter-pinternya kita aja milih pergaulan yang baik. Soalnya disini kan semuanya legal, sex, drugs, alcohol, dll. Gak usah di Belanda deh, di Indo juga kita pasti bakal nemuin yang kayak gitu kan, kalo gak bisa jaga pergaulan kita, ya ujung-ujungnya sama aja. Pake narkoba, free sex, dll.  jadi ya sebenernya diri kita sendiri deh yang harus kuat iman buat menghadapi segala cobaan disini.”

“Wuih,, berat juga ya…”

“Yaa, diambil positifnya aja deh, Dhi. Disini kamu bisa mengecap apa yang namanya pergaulan internasional. Kamu bisa punya banyak temen gak cuma dari Indo aja, tapi juga dari Belanda, prancis, inggris, amerika, china, dll. Banyak banget! Terus positifnya lagi, kalo kelamaan ngobrol ma mereka kita sedikit tidaknya bisa ngerti and belajar dikit-dikit tentang bahasa mereka. Sambil menyelam minum air gitu ceritanya. hehehe.”

“Yah, pokoknya kamu gak bakal nyesel kuliah disini. Kita bisa jadi lebih siap mental dalam menghadapi Globalisasi sekarang ini.

“wahhh, jadi makin pengen pergi kesana nih. Huhuhu, How lucky you are!”

“Hahahaha, ya tapi secara garis besar, Belanda emang negara yang bagus banget buat destinasi pedidikan,Dhi. Aku udah ngalamin and ngerasainnya sendiri. Kotanya disini, viewnya, udara nya, seger banget!!! Aku gak bakal pernah nyesel buat kuliah disini. Nanti aku kirimin kamu beberapa foto aku disini, biarr kamu jadi tambah iri!!!hehehe!”

“Huu!! Dasar!! Sombong amat sih, mbak?? Awas nanti aku susul kamu kesana!! hehehe…”

“Ya, aku doain deh biar kamu bisa kesini.. Hehe, Good luck ya dhi!!”

“Thanks, gek!! buat infonya..”

“Sama-sama”

———–

“Eh Gek, btw kamu tau tentang tempat “red light zone” nya Belanda gak???”

“HEhh???”


Mar 18 2009

Belanda, Negara tujuan utama Pendidikan

Siapa yang tidak mengenal negeri belanda? Saya rasa setiap orang Indonesia pasti mengenal Negara yang satu ini, mengingat negara ini merupakan salah satu negara yang ikut membentuk sejarah Indonesia. Negara yang dahulu, pernah menorehkan tinta hitam diatas sejarah pembentukan bangsa Indonesia.

yah, sejarah akan tetap menjadi sejarah. Keberadaanya kini tidak perlu kita risaukan lagi, dan akan sangat baik dijadikan bahan pelajaran untuk kita sebagai generasi muda penerus bangsa.

Seiring perjalanan waktu, banyak hal mengalami perubahan. Kini negara Indonesia telah memiliki hubungan kenegaraan yang baik dengan negara Belanda. Kedua negara bahkan telah mempererat hubungan dalam berbagai bidang untuk meningkatkan kesejahteraan masing-masing negara.

Negara Belanda juga kini telah merubah wajah kompeni yang dahulu dimilikinya menjadi wajah sebuah negara maju yang bersahabat yang cocok dijadikan sebagai negara tujuan wisata dengan berbagai keragaman budaya yang dimilikinya. Selain itu negara Belanda juga sangat cocok dijadikan sebagai pilihan utama bagi anda-anda yang ingin menempuh pendidikan di luar negeri.

Anda tidak perlu takut dengan kendala bahasa yang ada, karena Belanda adalah negara pertama yang tidak-menggunakan-bahasa-inggris-sebagai-bahasa-percakapan yang memberikan materi perkuliahan dalam bahasa inggris. Selain itu, 95% dari penduduk belanda juga mampu untuk berbahasa inggris, jadi anda tidak perlu khawatir untuk berinteraksi dengan penduduk sekitar.

Belanda juga menawarkan banyak program studi dan kursus(sekitar 1300 program studi dan kursus) yang diajarkan dalam bahasa inggris. Perguruan tinggi di Belanda  memiliki reputasi internasional dalam hal kualitas dan telah mendapatkan pengakuan internasional atas sistem pembelajaran dengan pemecahan suatu masalah, yang melatih muridnya untuk menganalisa dan menyelesaikan suatu masalah praktis  secara bebas, dengan penekanan pada “self-study” dan “self-dicipline”. Hal ini menempatkan belanda sebagai yang terdepan dalam bidang pendidikan di benua eropa.

Belanda juga menawarkan lingkungan belajar yang berskala international, yang membuat anda lebih mudah untuk bertemu dan berinteraksi dengan murid dari berbagai belahan dunia. Jadi dengan belajar di Belanda, anda akan bisa membuka pikiran dan meningkatkan orientasi anda terhadap komunitas internasional, bisa dikatakan sebagai sebuah kunci untuk anda untuk masuk dan mengenal lebih jauh kedalam sebuah komunitas global yang berskala internasional.

Dalam kaitannya dengan letaknya yang berada ditengah-tengah, Belanda dikatakan sebagai pintu masuk menuju eropa. Pada kenyataanya, semua ibukota yang terkenal di eropa berada pada jarak yang mudah terjangkau, seperti misalnya Paris dan Berlin, Brussel dan London, yang bisa dicapai dengan 1 jam penerbangan dari ibukota belanda-Amsterdam. Jadi Universitas di Belanda merupakan tempat belajar yang bagus sebagai langkah awal bagi anda untuk study tours dan melakukan pertukaran dengan negara eropa yang lain.

Kesimpulannya, dengan banyaknya program studi dalam bahasa inggris, pendidikan berkualitas, dan lingkungan belajar berskala internasional yang menjadikan belanda sebagai sebuah pintu masuk ke sebuah komunitas global, saya rasa anda wajib menjadikan Belanda sebagai sebuah pilihan utama dalam menempuh pendidikan di luar negeri.

Ayo, tunggu apalagi?Segera daftarkan diri anda di salah satu universitas yang terdapat di Belanda!!hehehe…


Nov 22 2008

Indahnya perpisahan ituh…

Well, kali ini masih sehubungan dengan Asian Beach games competition yang sudah lama berakhir.

Teman-teman apa kabar kalian semua??

————-

Tak terasa selama seminggu kita semua berjalan bersama, duduk bersama, tertawa dan bekerja bersama dalam event ini sebagai petugas doping control. Ya, ada rasa-rasa yang akan terus terkenang di hati ini ketika kita akan mengingat lagi hari-hari yang telah berlalu.

Seminggu mungkin tidaklah cukup bagi kita untuk saling mengenal lebih jauh satu sama lain. Tapi, percayalah kalau jalan ini masih akan sangat panjang. Dan bukan tidak mungkin jika pada akhirnya nanti kita akan bertemu kembali. Karena keyakinan di hati ini bahwa tali takdir kita tidak akan terputus sampai disini.

Hemm, perpisahan selalu meninggalkan kenangan yang terasa indah dan manis untuk di kenang. Percayalah, betapapun kelabunya hari-hari yang pernah kita lalui dahulu, kali ini, begitu kita mengingatnya lagi, kita hanya akan tersenyum dan tertawa mengingat kembali apa saja kebodohan yang telah kita lakukan.

Keringat dan peluh, serta desir angin pantai yang menerjang dikala malam menjelang akan menjadi saksi bisu dari awal pertemuan kita. Biarlah pasir merekam semua jejak langkah kaki kita dan nama kita akan selalu terukir abadi diatasnya.

Suatu saat nanti, ketika kita semua tumbuh menjadi orang yang lebih dewasa, setidaknya akan ada cerita lucu mengenai pengalaman dan kenangan kita yang bisa kita bagi kepada anak dan cucu kita. Dan ketika saat itu tiba, ingatlah bahwa hidup memiliki jalannya sendiri bagi kita untuk mempertemukan kita kembali seperti bagaimana hidup mempertemukan kita dahulu.

dan saya sudah tidak sabar lagi menunggu hari itu tiba. Hari dimana senyuman kita kembali merekah dan ucapan “How are you?” itu terucap kembali dari bibir merah kita sembari menyapa dan berjabat tangan bersahabat.

———-

“Akankah Hidup mempertemukan kita kembali??”

“Pasti!!”

 

Teruntuk :

*semua teman dco internasional yang baik hati

- Meng(baca : ming) - singapore (I’ll bring u a lot of “salak” later..hihi)

- daisuke – japan (Arigato gozaimasu..untuk pin negara jepang yang kamu berikan..masih saiah simpan dengan baik..hhe)

- Miss Abe - japan (Terima kasih karena anda begitu rendah hati..dan saiah berjanji akan menjadikan jepang negara pertama yang saiah kunjungi..tunggu saja!)

*Teman-teman fakultas hukum yang namanya tidak bisa saiah sebut satu persatu karena banyaknya…(Kalian adalah teman-teman dan partner kerja terbaik dan terlucu selama seminggu itu)

*Teman-teman PSIK yang juga ada banyak..hehe..(terimakasih untuk ilmu reproduksinya..sangat berguna sekali..hihihi)

*Dokter-dokter dari fakultas unud…sorry y dok,kalo saiah ada salah..hehe (*takut nilainya diturunin*) eniwei ternyata mereka semua orang yang baik diluar waktu perkuliahan… Buat yang mau minta foto tolong kirimin saya alamat emailnya ke email saya. nanti akan saiah kirim kesana.doping control

*teman-teman fkg…gak ada ucapan…hehe…mau bilang apa??orang udah ketemu tiap hari..hehe..Tapi buat seorang teman yang udah bantu saya di kampus selama saya dispen (thx a lot 2 you!!!)

n last but not least, semua panitia doping control yang bertugas di lila buana… Thx for all…Terima kasih untuk semua keramahan dan pertemanan yang singkat itu…Acara ini juga  sukses atas kerja keras kalian… (buat didi : hahaha…sayang banget di, kita gk sempet fotoan..(moga gak lupa mukamu ya…hehe), buat mbak dies,waduh..thx karena udah susah payah nyusun jadwal untuk para chaperone..hihi)

akhirnya…

Tak ada kata ataupun makna yang mampu mengungkap rasa terima kasih saya kepada kalian semua… dan Hanyalah senyum, tawa, dan air mata yang bisa membuktikan kalau kita pernah ada dan bekerja bersama…Ingat-ingatlah bahwa kita akan tetap berdiri bersama dalam sebuah kenangan dan asa berbingkai bunga matahari yang akan mencerahkan hari-hari kita,,,,,,,,

sampai pada waktunya nanti kita bertemu kembali dan bercengkrama mengenai hari yang telah berlalu…

 

———–

 

from :

Aku yang selalu menantikan datangnya hari itu….


Oct 26 2008

MerUpakan sebuah awal

Seminggu itu sudah berlalu. Seminggu yang penuh dengan campuran perasaan, keringat dan kerja keras. Senang, marah, sedih, takut, bosan, semua rasa tercampur menjadi satu dalam sebuah kata, “pengalaman”.

Bali Asian Beach Games Competition akhirnya selesai juga. Ya, akhirnya. Mungkin saiah tidak akan memberikan hasil dari laporan pertandingan dan bagaimana situasi disini secara mendetail, tapi sedikit saja, semua perasaan yang pernah saiah rasakan selama menjadi doping officer dalam salah satu event internasional pertama, yang diselenggarakan di Bali, dan event internasional pertama yang saiah ikuti.

Hemm, dimulai darimana ya…

Sodara tahu, bahwa sebelum kegiatan ini berlangsung saiah sangat bersemangat untuk mengikuti kegiatan ini. Saiah sangat bersemangat untuk menjalani pekerjaan pertama saiah, dan bersemangat sekali karena tahu akan bekerja tidak hanya dengan orang lokal, tapi juga dengan orang internasional. Sama sekali tidak ada bayangan akan apa yang saiah akan hadapi, yang saiah tahu ini pasti akan sangat menyenangkan. Tapi, memang bukan hidup rasanya jika sesuatu tersebut tidak berjalan seperti apa yang kita harapkan. Hemm, liat saja…

———–

Ada beberapa hal yang saiah sadari ketika baru bekerja dengan orang-orang dari belahan negara yang berbeda. Perbedaan budaya? jelas sekali terlihat. Tapi secara keseluruhan mereka ternyata tidak jauh berbeda dari orang-orang lokal yang sering saiah temui. Ada yang menyenangkan dan bersahabat, baik dan rendah hati, cool dan pendiam, dan yang paling saiah benci, sombong, perfeksionis dan memandang rendah orang lokal berkulit sawo matang yang baru belajar dari kesalahan seperti saiah.

Ujian mental dan kesabaran juga terjadi tidak hanya dari rekan kerja internasional saiah, tapi juga dari atlit terutama lokal. Awalnya saiah selalu berpikir kalau mengajak atlit indonesia untuk melakukan tes doping akan lebih mudah ketimbang atlit luar. Yah, pertama, kita sama-sama makan nasi lah, dan bahasa kita juga sama kan, tapi kenyataannya, atlit indonesia tertentu jauh lebih susah untuk di tangani ketimbang atlit luar. Huuuhh, disaat seperti ini saiah hanya mengelus dada, sambil tetap menahan kesabaran dan tersenyum tiga jari ala indra bekti.

Dan semuanya tidak selalu berjalan mulus dan baik-baik saja. Banyak kesalahan yang terjadi dan satu dari semua kesalahan saiah merupakan sebuah kesalahan yang fatal. Fiuh, sampai sekarang pun saiah masih terkenang dengan kejadian itu. Tapi biarlah hanya saiah dan DIA yang tahu kesalahan itu. (hihi takut aib kebodohan saiah terbongkar).

Satu yang saiah pelajari dari kesalahan-kesalahan yang saiah lakukan adalah, “yang terpenting dari sebuah kesalahan bukan tentang bagaimana kita membuat kesalahan itu, tapi bagaimana kita memperbaikinya dan berusaha untuk tidak membuat kesalahan yang sama dan yang lain. Serta mengambil hikmah dari kesalahan kita.”

Bagian yang paling menyenangkan dari semua pekerjaan ini adalah mendapatkan teman baru. Baik itu teman lokal maupun internasional. Saiah belajar banyak dari teman-teman ini. Terutama yang internasional. Ya, mereka merupakan rekan kerja saiah, yang tergolong dalam orang2 yang baik hati, menyenangkan dan cool.

“I hope, we will meet again another times… c u all!!”

Oya, saiah jadi menyadari betapa menguasai banyak bahasa asing akan sangat memudahkan kita dalam bergaul dengan orang dari negara lain. Percayalah, kita akan jauh lebih dihormati ketika menyapa orang korea dengan bahasa korea dibanding dengan bahasa inggris. Ataupun menyapa orang arab dengan bahasa arab. Dengan begitu semuanya menjadi lebih mudah.

Fyi, tahukah sodara kalo orang luar negeri itu sangat tergila-gila dengan buah?? beberapa rekan kerja saiah dari jepang n singapore sangat menggilai buah salak. Ckckck.. saiah hanya geleng-geleng kepala ketika mengetahui kalau salak yang mereka makan itu sudah yang ke delapan dalam hari itu. (kalo saiah mah, satu buah bisa sekali sebulan. hehe) dan herannya, mereka tetap bilang, “its so good..” di salak yang kesepuluh. (freak)

Well finally, untuk saiah semua ini, semua hal yang saiah dapatkan dalam seminggu, merupakan sebuah awal untuk masa depan yang jauh lebih baik dari hari ini. Inilah batu loncatan yang saiah perlukan untuk bisa menggapai mimpi yang lebih tinggi lagi. Mimpi saiah untuk bisa melihat dunia luar, dan mempelajari budaya mereka serta cara berpikir mereka. Yah, anggap saja pertemuan ini merupakan kunci bagi saiah untuk bisa menaklukan dunia nantinya..hehe.. seperti lagu laskar pelangi by nidji…

 

“mimpi… adalah kunci,

untuk kita, menaklukan dunia…”

 

dan Sedikit oleh-oleh dari asian beach games…

 

 

 

Bendera indonesia berkibar di langit biru… Lagu Indonesia raya pun dikumandangkan…

 

 

 

 

 

 

Tim indonesia berjaya pada cabang pencak silat…

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari kiri : saiah, miss abe (dco from japan), n dr. surudarma (dco lokal)

 

 

 

 

 

dari kiri : daisuke (dco from japan), saiah, miss park (dco from korea), n sisanya teman2 saiah dco lokal n chaperones…

 

 

 

 

 

 

 

 

yeah, Fly… chinesee volley ball athelete girl…

 

 

 

 

smile ladies… japanesee athlete

 

 

 

 

 

 

Segitu dulu ya,,sisanya akan saiah upload di blog photo saiah yang akan segera saiah rilis..tunggu sajah…hehe.