Apr 17 2009

Obrolan tentang Belanda

“Belanda itu unik, sebuah negara yang tidak terlalu besar namun berbagai macam ras suku bangsa berbaur menjadi satu di dalamnya”

———

Kurang lebih begitu petikan ucapan salah seorang teman saya yang telah lebih dahulu mengecap pendidikan disana. Malam telah larut kala itu di Denpasar, sementara di negeri nun jauh disana sang surya masih menampakan sinarnya terang.

Kami berbincang mengenai banyak hal malam itu, bagaikan dua orang teman seperjuangan yang telah lama tak bertatap muka dan bertukar kabar mengenai keadaan masing-masing. Ya, tak terasa hampir 3 taun lamanya kami tidak bertemu, semenjak sekolah jenjang Atas itu mencapai titik akhir.

Namun Teknologi sekali lagi menunjukan kedigjayaan, sebuah situs jejaring pertemanan telah mempertemukan kembali kami berdua. Dan memberikan kesempatan melampaui ruang jarak dan waktu untuk sekedar bercakap-cakap ringan.

“Jadi kamu di Belanda sekarang?” Tanya saya setelah sebelumnya berbasa-basi ringan mengenai kabar ini dan kabar itu.

“Yaph.. Seperti janjiku dulu waktu Sma. Aku bakal sekolah keluar negeri. Mencari tantangan baru, hidup baru.”

“Ah, kamu emang selalu seperti itu, selalu nggak betah diem disatu tempat, hihihi. Btw, kenapa mesti ke belanda?? Bukannya ada negara yang lebih deket?? Aussy? Malay? Spore? timor leste??banyak kan??”

“Yah, pertama ya karena makin jauh tu justru makin asik, Di!! Lebih banyak banyak tantangannya! hahahaha. Terus aku daridulu emang udah ngebet banget pengen ke Belanda”

“Ya, kenapa?”

“Hemm, Disini itu asik banget tempatnya. Kamu tau, kalo Belanda itu unik. Sebuah negara yang tidak terlalu besar namun berbagai macam suku bangsa berbaur menjadi satu disini. Kamu bisa bertemu berbagai macam orang dari berbagai negara dan gak perlu pergi lebih jauh lagi buat belajar tentang budaya dari seluruh dunia. Hemat uang kan??hehehe”

“Kenal lebih banyak orang dari berbagai belahan dunia. Belajar mengenai budaya mereka, terus secara otomatis yang kita hadapin disini itu gak lagi orang-orang lokal aja, tapi udah global. Kuliah disini bisa sekalian belajar gimana caranya kita bisa kerjasama dengan banyak orang yang culture nya beda banget dengan kita di Indonesia. Kita dituntut untuk bisa jadi lebih profesional dalam setiap tugas yang kita kerjain dan jadinya skill-skill kita bisa terasah dengan baik.  Hemm, tapi ya kamu gak bakal tau rasanya tinggal disini kalo belum nyoba sendiri, Di!”

“Yayaya, tapi kapan dong aku kesana? Lagi gak memungkinkan buat aku yang sekarang. Hhehe, jadi cukup puas dulu plus iri banget deh denger cerita-cerita kamu tentang asiknya kuliah disana. Terus-terus??”

“Terus apa?”

“Yee, lanjutin ceritanya tentang tempat kamu kuliah,  apa namanya itu?? Hollanda??hehe..”

“Hmm oiya, disini aku juga bisa belajar banyak tentang gimana cara kita ngomong dengan orang lain dari negara lain, gimana sikap kita yang semestinya ngadepin mereka”

“Beda ya?”

“Yaiyalah, Dhi! Inget kata pepatah dulu, jika ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi!!”

“Eh????????”

“Eh,salah-salah!!! hahahahaha…lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, gto!!”

“Hahaha, dasar kamu! Rugi kuliah jauh-jauh di belanda, oon nya masih tetep di pelihara, hahaha!”

“Huu!! biarin!!”

“Lnjutin oi, ceritanya!!  Hemm tentang gimana hidup mu disana??”

“Hidupku disini ya penuh petualangan dan tantangan, Dhi!! Tinggal jauh banget dari orang tua plus numpang di negeri orang buat aku jadi lebih mandiri. Aku bukan aku yang dulu kamu kenal, yang manja and lain sebagainya.”

“Masak??”

“Yee, bener!! Disini tuh, aku belajar survive dari yang namanya homesick, terus sakit tu gak ada yang ngurus, kadang-kadang kesepian juga, terus ngerjain apa-apa serba sendiri, gak ada nyokap lagi yang masakin kita, bangunin kita tiap pagi, ato pembantu yang nyuciin pakaian kita and bersihin rumah kita. Semuanya serba dilakuin sendiri. Jadi gak ada waktu buat yang namanya manja-manjaan. Terus, kita juga bisa sekalian menghasilkan duit sendiri disini, kerja part time di resto, jadi baby sitter, jadi tukang bersih-bersih rumah atau kantor, kerja di toko, dll. Setidaknya hasil gaji kita bisa buat nutup-nutupin living cost di sini. bahkan ada juga yang udah gak dikirimin duit untuk living cost sama orang tuanya dan menghidupi dirinya sendiri dari hasil kerja part time nya itu.”

“Wow, kalo udah kayak gitu percaya deh aku sama kamu. hehehe. Kalo soal pergaulan disana kayak gimana? Apa sama aja dengan pergaulan di negara barat lain yang serba “free” itu???”

“Hemm, kalo soal pergaulan sih ya pinter-pinternya kita aja milih pergaulan yang baik. Soalnya disini kan semuanya legal, sex, drugs, alcohol, dll. Gak usah di Belanda deh, di Indo juga kita pasti bakal nemuin yang kayak gitu kan, kalo gak bisa jaga pergaulan kita, ya ujung-ujungnya sama aja. Pake narkoba, free sex, dll.  jadi ya sebenernya diri kita sendiri deh yang harus kuat iman buat menghadapi segala cobaan disini.”

“Wuih,, berat juga ya…”

“Yaa, diambil positifnya aja deh, Dhi. Disini kamu bisa mengecap apa yang namanya pergaulan internasional. Kamu bisa punya banyak temen gak cuma dari Indo aja, tapi juga dari Belanda, prancis, inggris, amerika, china, dll. Banyak banget! Terus positifnya lagi, kalo kelamaan ngobrol ma mereka kita sedikit tidaknya bisa ngerti and belajar dikit-dikit tentang bahasa mereka. Sambil menyelam minum air gitu ceritanya. hehehe.”

“Yah, pokoknya kamu gak bakal nyesel kuliah disini. Kita bisa jadi lebih siap mental dalam menghadapi Globalisasi sekarang ini.

“wahhh, jadi makin pengen pergi kesana nih. Huhuhu, How lucky you are!”

“Hahahaha, ya tapi secara garis besar, Belanda emang negara yang bagus banget buat destinasi pedidikan,Dhi. Aku udah ngalamin and ngerasainnya sendiri. Kotanya disini, viewnya, udara nya, seger banget!!! Aku gak bakal pernah nyesel buat kuliah disini. Nanti aku kirimin kamu beberapa foto aku disini, biarr kamu jadi tambah iri!!!hehehe!”

“Huu!! Dasar!! Sombong amat sih, mbak?? Awas nanti aku susul kamu kesana!! hehehe…”

“Ya, aku doain deh biar kamu bisa kesini.. Hehe, Good luck ya dhi!!”

“Thanks, gek!! buat infonya..”

“Sama-sama”

———–

“Eh Gek, btw kamu tau tentang tempat “red light zone” nya Belanda gak???”

“HEhh???”


Mar 18 2009

Belanda, Negara tujuan utama Pendidikan

Siapa yang tidak mengenal negeri belanda? Saya rasa setiap orang Indonesia pasti mengenal Negara yang satu ini, mengingat negara ini merupakan salah satu negara yang ikut membentuk sejarah Indonesia. Negara yang dahulu, pernah menorehkan tinta hitam diatas sejarah pembentukan bangsa Indonesia.

yah, sejarah akan tetap menjadi sejarah. Keberadaanya kini tidak perlu kita risaukan lagi, dan akan sangat baik dijadikan bahan pelajaran untuk kita sebagai generasi muda penerus bangsa.

Seiring perjalanan waktu, banyak hal mengalami perubahan. Kini negara Indonesia telah memiliki hubungan kenegaraan yang baik dengan negara Belanda. Kedua negara bahkan telah mempererat hubungan dalam berbagai bidang untuk meningkatkan kesejahteraan masing-masing negara.

Negara Belanda juga kini telah merubah wajah kompeni yang dahulu dimilikinya menjadi wajah sebuah negara maju yang bersahabat yang cocok dijadikan sebagai negara tujuan wisata dengan berbagai keragaman budaya yang dimilikinya. Selain itu negara Belanda juga sangat cocok dijadikan sebagai pilihan utama bagi anda-anda yang ingin menempuh pendidikan di luar negeri.

Anda tidak perlu takut dengan kendala bahasa yang ada, karena Belanda adalah negara pertama yang tidak-menggunakan-bahasa-inggris-sebagai-bahasa-percakapan yang memberikan materi perkuliahan dalam bahasa inggris. Selain itu, 95% dari penduduk belanda juga mampu untuk berbahasa inggris, jadi anda tidak perlu khawatir untuk berinteraksi dengan penduduk sekitar.

Belanda juga menawarkan banyak program studi dan kursus(sekitar 1300 program studi dan kursus) yang diajarkan dalam bahasa inggris. Perguruan tinggi di Belanda  memiliki reputasi internasional dalam hal kualitas dan telah mendapatkan pengakuan internasional atas sistem pembelajaran dengan pemecahan suatu masalah, yang melatih muridnya untuk menganalisa dan menyelesaikan suatu masalah praktis  secara bebas, dengan penekanan pada “self-study” dan “self-dicipline”. Hal ini menempatkan belanda sebagai yang terdepan dalam bidang pendidikan di benua eropa.

Belanda juga menawarkan lingkungan belajar yang berskala international, yang membuat anda lebih mudah untuk bertemu dan berinteraksi dengan murid dari berbagai belahan dunia. Jadi dengan belajar di Belanda, anda akan bisa membuka pikiran dan meningkatkan orientasi anda terhadap komunitas internasional, bisa dikatakan sebagai sebuah kunci untuk anda untuk masuk dan mengenal lebih jauh kedalam sebuah komunitas global yang berskala internasional.

Dalam kaitannya dengan letaknya yang berada ditengah-tengah, Belanda dikatakan sebagai pintu masuk menuju eropa. Pada kenyataanya, semua ibukota yang terkenal di eropa berada pada jarak yang mudah terjangkau, seperti misalnya Paris dan Berlin, Brussel dan London, yang bisa dicapai dengan 1 jam penerbangan dari ibukota belanda-Amsterdam. Jadi Universitas di Belanda merupakan tempat belajar yang bagus sebagai langkah awal bagi anda untuk study tours dan melakukan pertukaran dengan negara eropa yang lain.

Kesimpulannya, dengan banyaknya program studi dalam bahasa inggris, pendidikan berkualitas, dan lingkungan belajar berskala internasional yang menjadikan belanda sebagai sebuah pintu masuk ke sebuah komunitas global, saya rasa anda wajib menjadikan Belanda sebagai sebuah pilihan utama dalam menempuh pendidikan di luar negeri.

Ayo, tunggu apalagi?Segera daftarkan diri anda di salah satu universitas yang terdapat di Belanda!!hehehe…


Feb 15 2009

Beach (4)

  Photo by : Adhi

Edit by : Adhi

Camera model : Sony Cybershot DSC-T20 8,1 MP

Hemm, The colour of the sky is like candy. mmm, or Ice cream.


Feb 15 2009

Beach (3)

Photo by : adhi

Edit by : Adhi

Camera model : Sony Cybershot Dsc-T20 8,1 MP


Feb 15 2009

Nungnung waterfall(3)

Photo by : adhi

edit by : adhi

camera model : sony cybershot DSC-T20

And, this is the nungnung waterfall. If you want to read the details of this nungnung waterfall and our journey, click here