Oct 12 2009

rindu

Saya sedang merindu. Ya, merindu seorang gadis yang kini sedang jauh dari sisi saya. Oh, bukan, gadis itu bukan pacar saya dan saya pun tidak berharap dia menjadi pacar saya kelak. Saya hanya merindukannya.

Senyumnya, tawanya, hatinya, semuanya. Ada banyak hal dari dirinya yang membuat saya tertarik. Ada banyak kenangan bersamanya yang tidak mudah untuk dilupakan. Dan saya bahagia walaupun hanya bisa mengenalnya dan menjadi sahabatnya.

Hey, cinta tak harus memiliki kan?

Terkadang mencintai seseorang lebih indah ketika cinta itu tak menjadi milik kita. Bayangkan setiap hal dari dirinya yang bisa membuat kita bahagia, bahkan sepenggal fragmen kecil bersama dirinya akan membuat hari kita jauh lebih berwarna.

Setidaknya, tak ada kata “putus” dalam cinta yang tak memiliki kan?

Sepenggal puisi yang saya baca dari salah seorang teman di blogsphere ini mungkin bisa menggambarkan perasaan saya saat ini. Puisi ini ditulis oleh Melissa blake, salah seorang blogger luar yang blognya dipenuhi oleh hal-hal yang luar biasa. (coba saja kunjungi blognya kalo gak percaya!)

Dan puisi ini saya berikan untuk seorang gadis tercantik yang ada nun jauh disana, yang selalu mengiringi hari-hari saya dengan tawanya dan senyumnya. Serta mengisi hati saya dengan cinta yang sesungguhnya.

“Semoga kamu baik-baik saja disana, tidurlah yang nyenyak untuk malam ini”.

—————-

You’ve got a way about you
From the moment you walk into the room
Every time, I have to watch myself so you won’t see
That looking at you smiling at me makes it hard to breathe

I’ve never been so open, but sitting here with you
It’s just so easy
Listening to your laugh, it’s so breezy
I want to make these moments last forever…

Because with you, I don’t have to try
With you, I know the reason why
I can be whoever I want to be
It’s a beautiful feeling, to finally start believing
That I can be me, that you can see me
When I’m with you

You never know when love comes along
But listen, don’t you hear it playing our song?
What would you do if I asked you to dance?
What’s so bad about just letting things happen?

I’ve never been so open, but sitting here with you
It’s just so easy
Listening to your laugh, it’s so breezy
I want to make these moments last forever…

Because with you, I don’t have to try
With you, I know the reason why
I can be whoever I want to be
It’s a beautiful feeling, to finally start believing
That I can be me, that you can see me
When I’m with you

If I told you how I felt, would that change a thing?
Because the more of you I know, the more I want to tell you everything

I’ve never been so open, but sitting here with you
It’s just so easy
Listening to your laugh, it’s so breezy
I want to make these moments last forever…

Because with you, I don’t have to try
With you, I know the reason why
I can be whoever I want to be
It’s a beautiful feeling, to finally start believing
That I can be me, that you can see me
When I’m with you

Because with you, I don’t have to try
With you, I know the reason why
I can be whoever I want to be
It’s a beautiful feeling, to finally start believing
That I can be me, that you can see me
When I’m with you


Oct 11 2009

Dilema

Saya sedang gelisah.

Nenek bilang, kita harus berani untuk mencoba untuk mendapatkan sebuah pengalaman. Tapi tetap saja saya gelisah. Sebentar lagi saya akan dihadapkan pada dunia yang baru. Dunia yang saya pikir baru akan saya temui nanti ketika saya tamat kuliah nanti. Tapi, hey, Tuhan memiliki rencana lain rupanya?

————

“Dhi, sini deh bentar, ada yg mau aku bilang” salah seorang teman menghampiri saya.

“Apa?”

“Ada tawaran dari si Anu, katanya tempat dia kerja sedang ngebutuhin asisten baru buat gantiin si Anu. Dia karang udah gak sempat lagi, bakal sibuk ngurus kuliahnya”

“Eh?”

“jadi gimana?”

“emm….”

“Ya, cuma mau nyampein itu aja sih…”

“oke..”

Dan tak lama setelah nya saya telah ngobrol panjang lebar dengan si Anu membahas masalah itu. Akhir pembicaraan, saya meminta waktu untuk berpikir.

————–

*Satu setengah tahun yang lalu…*

Di pinggir koperasi kampus kala itu, masih teringat jelas saya dan Anu membicarakan hal yang sama. Bedanya, Anu baru saja memulai asistensinya, dan saya sedang bernafsunya untuk mencari pekerjaan seorang asisten.

“Serius kamu kerja di tempat itu??wahh..mau!! Ikut…” kata saya.

“Hehe, sayang banget, Dhi. Bos nya cuma nyari satu asisten”

“Huhu, pasti asik banget thu. Aku pengen nyari pengalaman nih, eh digaji gak?”

“Yaiya dung. ya gak banyak-banyak amat sih, cukup buat ganti uang bensin aja”

Semakin kepengen…

————-

Dan sekarang, ketika kesempatan itu telah ada di depan mata, saya malah meragu untuk mengambilnya. Heran, kemana perginya nafsu besar untuk mencari pengalaman itu?

Sepertinya waktu telah mengubah semuanya, dan kuliah saya pun bisa dibilang sudah membutuhkan perhatian yang bener-bener ekstra. Jadi tak bisa begitu saja di sepelekan. Lama saya memikirkan hal ini, karena dilema perasaan antara menerima ajakan yang telah satu setengah tahun saya tunggu-tunggu dengan beban kuliah dan tugas-tugas beserta tetek bengek lainnya.

Apa yang harus saya lakukan?? Mana yang harus dipilih??

————-

Suatu malam, saya curhat dengan salah seorang teman saya mengenai masalah ini. Dia hanya tertawa.

“Kenapa kamu takut untuk mencoba sesuatu?” tanyanya setelah puas menertawakan saya.

“BUkannya takut, tapi lebih karena aku telah terbiasa dengan kehidupan selama satu setengah tahun setelahnya”.

“Jadi kamu takut meninggalkan pola hidup itu?”

“Kurang lebih”

“Tenang aja, Dhi. Kalo kamu pasti bisa”.

“Bisa apanya?”

“Bisa berubah. Ini kan kesempatan yang kamu tunggu sudah satu setengah tahun lamanya, mungkin memang sekarang lah saat yang tepat buat kamu untuk memulai asistensi itu”.

“Ya, tapi kan semuanya udah berbeda!! Lain dulu lain sekarang. Keadaannya udah berbeda”

“Tapi setidaknya kamu harus berani untuk mencoba kan? Daripada kamu nanti menyesalinya karena gak mengambil kesempatan ini? Ya, kalopun nantinya gak jadi, anggep aja memang belum waktunya. Tapi selama pintu kesempatan masih terbuka lebar, kenapa gak??

“………..”

“Gimana??”

“Entah, masih bingung”.

“Asistensi ini juga masih berhubungan erat dengan kuliah mu sekarang kan? Jadi gak ada salahnya untuk di coba lagi, Dhi. Jangan takut akan perubahan. Jangan takut kehilangan pola hidupmu yang sekarang, karena kita itu harus selalu menyesuaikan diri dengan keadaan yang ada. Itulah  hidup kan? Untuk mencari pengalaman baru?? Tanpa itu, kamu gak akan pernah maju”

“………..”

“Memang, terkadang untuk mendapatkan sesuatu, ada hal yang harus dikorbankan, Dhi”

“……”

hening

“Kenapa baru sekarang ya? setelah aku tidak terlalu mengharapkan hal itu lagi. Ketika aku tidak merasa perlu buat nyari pekerjaan itu lagi”

“Karena Dia selalu tahu apa yang terbaik untuk mu, Dhi. Dia tahu kapan saat yang tepat untuk memberikannya padamu, dan kamu tidak tahu itu kan? Kamu tidak pernah tahu, apakah hal yang kamu minta itu memang terbaik untuk dirimu”

“Eh?”

“Manusia boleh saja merencanakan apa yang terbaik untuk hidupnya, tapi tetap Dia yang menentukan segalanya. Segala yang terbaik untuk ciptaannya”

“Jadi aku harus gimana?”

“Semua pilihan ada ditanganmu, pikirkanlah dan pilihlah dengan bijak”

———–

*Seminggu berselang*

Saya mengirim sms kepada si Anu, isinya :

“Oke, aku terima tawaranmu”

Saya telah berpikir selama ini dan telah mengambil keputusan untuk menerima kesempatan ini. Entah nanti kedepannya akan bagaimana, serahkan semuanya padaNYA, karena seperti kata teman saya, DIA tahu apa yang terbaik untuk saya dan juga untuk kita semua, meskipun itu hal yang berat sekalipun.


Jan 21 2009

Perubahan

Hemm,,2009. Tak terasa sekian lama telah berlalu sang waktu. Tak terasa, semuanya kini perlahan-lahan mulai berubah. Tidak hanya semua orang yang ada di samping saya, namun saya sendiripun tak lepas dari perubahan itu sendiri. Baik itu perubahan yang terlihat oleh mata, maupun perubahan yang tak terlihat oleh mata.

“Tidak ada yang abadi di dunia ini,dhi. Namun cuma perubahan itu aja yang abadi”

Teringat kembali kata-kata teman saya beberapa tahun lalu. Ketika kami berdua saling akrab satu sama lain, saling membantu, menolong, dan memberikan semangat di kala salah satu dari kami sedang terjatuh. Kami begitu dekat, walaupun sebagai sahabat. Tapi, ketika mengenang kembali masa-masa itu, saya harus akui kalau ucapannya saat itu memang benar adanya.

Tahun ini, Hari ini, bahkan sampai detik ini, hubungan kami yang dahulu tidak akan bisa kembali lagi seperti dahulu. Kami tidak sedekat yang dulu, bahkan tidak pernah sekalipun kami bertegur sapa saat saling berpapasan. Yah, semuanya memang harus berubah. Tidak ada yang bisa memastikan kemana arah perubahan itu akan membawa kita.

Perubahan itu, terkadang terjadi begitu cepat tanpa pernah kita sadari bahwa ternyata kita sendiri, ataupun orang-orang di sekitar kita sudah berubah. Terkadang kita baru menyadarinya ketika perubahan itu sudah menjadi sebuah kebiasaan dalam hidup kita, dan ketika orang-orang disekitar kita mengatakan kalau kita telah berubah.

Saya sendiri saat ini sedang bergelut dengan perubahan yang sedang terjadi di dalam diri saya. Ya, saya saat ini bukan lagi saya yang dulu. Saya bukan lagi Adhi yang selalu menangis ketika harapannya tidak dikabulkan, saya bukan lagi Adhi yang selalu mengadu ketika hidup berubah menjadi ladang gersang tanpa air yang dapat menyegarkan dahaga, saya bukan lagi adhi yang selalu menonjolkan emosi dalam menyelesaikan suatu masalah.

Namun begitu, saya juga bukan Adhi yang ramah seperti dulu lagi. Bukan lagi Adhi yang selalu bisa tersenyum lepas dalam setiap iring langkahnya, bukan lagi adhi yang baik dan selalu peka terhadap perasaan orang lain. Terkadang saya sangat egois dan selalu mementingkan diri saya sendiri. Bukan karena saya tidak mau perduli dengan orang lain, hanya saja, rasa kepekaan itu sudah banyak berkurang dari diri saya.

Hidup ini, telah merubah saya menjadi seseorang yang mungkin tidak akan saya kenali lagi apabila saya bertemu dengan diri saya yang 10 tahun lalu. Ya, mungkin dia akan bertanya, “Anda sapa?”

Dan saya pun akan menatapnya penuh dengan ketidak percayaan. Sambil bertanya-tanya dalam hati, “Apa benar saya dahulu selalu bersifat seperti ini?”, “Apa ini benar-benar diri saya yang dulu?”

——————-

Yah, apapun, siapapun, selalu akan berubah.

Mungkin hari ini saya mencintai dirinya, mempunyai keyakinan yang kuat akan dirinya, dan selalu bahagia untuknya. Namun sapa yang tahu kalau besok, atau lusa saya akan menikahi gadis lain, menikahi gadis yang bahkan tidak pernah saya temui dan tidak memiliki kriteria-kriteria seperti yang saya tetapkan untuk saat ini.

Dan kalian akan berkata kepada saya, “Hanya DIA yang tahu, Dhi”.

….

Ya,

Hanya DIA yang tahu.

 

 

 

*Maafkan saya karena terlambat mengucapkannya,,Namun lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan???*

 

                     #SELAMAT TAHUN BARU 2009#

        semoga hidup menjadi jauh lebih baik setelah hari ini. ^_^


Nov 22 2008

Indahnya perpisahan ituh…

Well, kali ini masih sehubungan dengan Asian Beach games competition yang sudah lama berakhir.

Teman-teman apa kabar kalian semua??

————-

Tak terasa selama seminggu kita semua berjalan bersama, duduk bersama, tertawa dan bekerja bersama dalam event ini sebagai petugas doping control. Ya, ada rasa-rasa yang akan terus terkenang di hati ini ketika kita akan mengingat lagi hari-hari yang telah berlalu.

Seminggu mungkin tidaklah cukup bagi kita untuk saling mengenal lebih jauh satu sama lain. Tapi, percayalah kalau jalan ini masih akan sangat panjang. Dan bukan tidak mungkin jika pada akhirnya nanti kita akan bertemu kembali. Karena keyakinan di hati ini bahwa tali takdir kita tidak akan terputus sampai disini.

Hemm, perpisahan selalu meninggalkan kenangan yang terasa indah dan manis untuk di kenang. Percayalah, betapapun kelabunya hari-hari yang pernah kita lalui dahulu, kali ini, begitu kita mengingatnya lagi, kita hanya akan tersenyum dan tertawa mengingat kembali apa saja kebodohan yang telah kita lakukan.

Keringat dan peluh, serta desir angin pantai yang menerjang dikala malam menjelang akan menjadi saksi bisu dari awal pertemuan kita. Biarlah pasir merekam semua jejak langkah kaki kita dan nama kita akan selalu terukir abadi diatasnya.

Suatu saat nanti, ketika kita semua tumbuh menjadi orang yang lebih dewasa, setidaknya akan ada cerita lucu mengenai pengalaman dan kenangan kita yang bisa kita bagi kepada anak dan cucu kita. Dan ketika saat itu tiba, ingatlah bahwa hidup memiliki jalannya sendiri bagi kita untuk mempertemukan kita kembali seperti bagaimana hidup mempertemukan kita dahulu.

dan saya sudah tidak sabar lagi menunggu hari itu tiba. Hari dimana senyuman kita kembali merekah dan ucapan “How are you?” itu terucap kembali dari bibir merah kita sembari menyapa dan berjabat tangan bersahabat.

———-

“Akankah Hidup mempertemukan kita kembali??”

“Pasti!!”

 

Teruntuk :

*semua teman dco internasional yang baik hati

- Meng(baca : ming) - singapore (I’ll bring u a lot of “salak” later..hihi)

- daisuke – japan (Arigato gozaimasu..untuk pin negara jepang yang kamu berikan..masih saiah simpan dengan baik..hhe)

- Miss Abe - japan (Terima kasih karena anda begitu rendah hati..dan saiah berjanji akan menjadikan jepang negara pertama yang saiah kunjungi..tunggu saja!)

*Teman-teman fakultas hukum yang namanya tidak bisa saiah sebut satu persatu karena banyaknya…(Kalian adalah teman-teman dan partner kerja terbaik dan terlucu selama seminggu itu)

*Teman-teman PSIK yang juga ada banyak..hehe..(terimakasih untuk ilmu reproduksinya..sangat berguna sekali..hihihi)

*Dokter-dokter dari fakultas unud…sorry y dok,kalo saiah ada salah..hehe (*takut nilainya diturunin*) eniwei ternyata mereka semua orang yang baik diluar waktu perkuliahan… Buat yang mau minta foto tolong kirimin saya alamat emailnya ke email saya. nanti akan saiah kirim kesana.doping control

*teman-teman fkg…gak ada ucapan…hehe…mau bilang apa??orang udah ketemu tiap hari..hehe..Tapi buat seorang teman yang udah bantu saya di kampus selama saya dispen (thx a lot 2 you!!!)

n last but not least, semua panitia doping control yang bertugas di lila buana… Thx for all…Terima kasih untuk semua keramahan dan pertemanan yang singkat itu…Acara ini juga  sukses atas kerja keras kalian… (buat didi : hahaha…sayang banget di, kita gk sempet fotoan..(moga gak lupa mukamu ya…hehe), buat mbak dies,waduh..thx karena udah susah payah nyusun jadwal untuk para chaperone..hihi)

akhirnya…

Tak ada kata ataupun makna yang mampu mengungkap rasa terima kasih saya kepada kalian semua… dan Hanyalah senyum, tawa, dan air mata yang bisa membuktikan kalau kita pernah ada dan bekerja bersama…Ingat-ingatlah bahwa kita akan tetap berdiri bersama dalam sebuah kenangan dan asa berbingkai bunga matahari yang akan mencerahkan hari-hari kita,,,,,,,,

sampai pada waktunya nanti kita bertemu kembali dan bercengkrama mengenai hari yang telah berlalu…

 

———–

 

from :

Aku yang selalu menantikan datangnya hari itu….


Oct 26 2008

MerUpakan sebuah awal

Seminggu itu sudah berlalu. Seminggu yang penuh dengan campuran perasaan, keringat dan kerja keras. Senang, marah, sedih, takut, bosan, semua rasa tercampur menjadi satu dalam sebuah kata, “pengalaman”.

Bali Asian Beach Games Competition akhirnya selesai juga. Ya, akhirnya. Mungkin saiah tidak akan memberikan hasil dari laporan pertandingan dan bagaimana situasi disini secara mendetail, tapi sedikit saja, semua perasaan yang pernah saiah rasakan selama menjadi doping officer dalam salah satu event internasional pertama, yang diselenggarakan di Bali, dan event internasional pertama yang saiah ikuti.

Hemm, dimulai darimana ya…

Sodara tahu, bahwa sebelum kegiatan ini berlangsung saiah sangat bersemangat untuk mengikuti kegiatan ini. Saiah sangat bersemangat untuk menjalani pekerjaan pertama saiah, dan bersemangat sekali karena tahu akan bekerja tidak hanya dengan orang lokal, tapi juga dengan orang internasional. Sama sekali tidak ada bayangan akan apa yang saiah akan hadapi, yang saiah tahu ini pasti akan sangat menyenangkan. Tapi, memang bukan hidup rasanya jika sesuatu tersebut tidak berjalan seperti apa yang kita harapkan. Hemm, liat saja…

———–

Ada beberapa hal yang saiah sadari ketika baru bekerja dengan orang-orang dari belahan negara yang berbeda. Perbedaan budaya? jelas sekali terlihat. Tapi secara keseluruhan mereka ternyata tidak jauh berbeda dari orang-orang lokal yang sering saiah temui. Ada yang menyenangkan dan bersahabat, baik dan rendah hati, cool dan pendiam, dan yang paling saiah benci, sombong, perfeksionis dan memandang rendah orang lokal berkulit sawo matang yang baru belajar dari kesalahan seperti saiah.

Ujian mental dan kesabaran juga terjadi tidak hanya dari rekan kerja internasional saiah, tapi juga dari atlit terutama lokal. Awalnya saiah selalu berpikir kalau mengajak atlit indonesia untuk melakukan tes doping akan lebih mudah ketimbang atlit luar. Yah, pertama, kita sama-sama makan nasi lah, dan bahasa kita juga sama kan, tapi kenyataannya, atlit indonesia tertentu jauh lebih susah untuk di tangani ketimbang atlit luar. Huuuhh, disaat seperti ini saiah hanya mengelus dada, sambil tetap menahan kesabaran dan tersenyum tiga jari ala indra bekti.

Dan semuanya tidak selalu berjalan mulus dan baik-baik saja. Banyak kesalahan yang terjadi dan satu dari semua kesalahan saiah merupakan sebuah kesalahan yang fatal. Fiuh, sampai sekarang pun saiah masih terkenang dengan kejadian itu. Tapi biarlah hanya saiah dan DIA yang tahu kesalahan itu. (hihi takut aib kebodohan saiah terbongkar).

Satu yang saiah pelajari dari kesalahan-kesalahan yang saiah lakukan adalah, “yang terpenting dari sebuah kesalahan bukan tentang bagaimana kita membuat kesalahan itu, tapi bagaimana kita memperbaikinya dan berusaha untuk tidak membuat kesalahan yang sama dan yang lain. Serta mengambil hikmah dari kesalahan kita.”

Bagian yang paling menyenangkan dari semua pekerjaan ini adalah mendapatkan teman baru. Baik itu teman lokal maupun internasional. Saiah belajar banyak dari teman-teman ini. Terutama yang internasional. Ya, mereka merupakan rekan kerja saiah, yang tergolong dalam orang2 yang baik hati, menyenangkan dan cool.

“I hope, we will meet again another times… c u all!!”

Oya, saiah jadi menyadari betapa menguasai banyak bahasa asing akan sangat memudahkan kita dalam bergaul dengan orang dari negara lain. Percayalah, kita akan jauh lebih dihormati ketika menyapa orang korea dengan bahasa korea dibanding dengan bahasa inggris. Ataupun menyapa orang arab dengan bahasa arab. Dengan begitu semuanya menjadi lebih mudah.

Fyi, tahukah sodara kalo orang luar negeri itu sangat tergila-gila dengan buah?? beberapa rekan kerja saiah dari jepang n singapore sangat menggilai buah salak. Ckckck.. saiah hanya geleng-geleng kepala ketika mengetahui kalau salak yang mereka makan itu sudah yang ke delapan dalam hari itu. (kalo saiah mah, satu buah bisa sekali sebulan. hehe) dan herannya, mereka tetap bilang, “its so good..” di salak yang kesepuluh. (freak)

Well finally, untuk saiah semua ini, semua hal yang saiah dapatkan dalam seminggu, merupakan sebuah awal untuk masa depan yang jauh lebih baik dari hari ini. Inilah batu loncatan yang saiah perlukan untuk bisa menggapai mimpi yang lebih tinggi lagi. Mimpi saiah untuk bisa melihat dunia luar, dan mempelajari budaya mereka serta cara berpikir mereka. Yah, anggap saja pertemuan ini merupakan kunci bagi saiah untuk bisa menaklukan dunia nantinya..hehe.. seperti lagu laskar pelangi by nidji…

 

“mimpi… adalah kunci,

untuk kita, menaklukan dunia…”

 

dan Sedikit oleh-oleh dari asian beach games…

 

 

 

Bendera indonesia berkibar di langit biru… Lagu Indonesia raya pun dikumandangkan…

 

 

 

 

 

 

Tim indonesia berjaya pada cabang pencak silat…

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari kiri : saiah, miss abe (dco from japan), n dr. surudarma (dco lokal)

 

 

 

 

 

dari kiri : daisuke (dco from japan), saiah, miss park (dco from korea), n sisanya teman2 saiah dco lokal n chaperones…

 

 

 

 

 

 

 

 

yeah, Fly… chinesee volley ball athelete girl…

 

 

 

 

smile ladies… japanesee athlete

 

 

 

 

 

 

Segitu dulu ya,,sisanya akan saiah upload di blog photo saiah yang akan segera saiah rilis..tunggu sajah…hehe.