REVIEW : MY GIRL AND I
"Inih film yang bisa membuat manjiman (manusia berjiwa preman) sekalipun menangis karena terharu"
Kurang lebih begitu kata teman saiah yang sudah lebih dahulu menonton film inih. Beh, saiah tentu saja ya penasaran juga dengan film inih. Bukan karena saiah itu manjiman, tapi karena saiah capek dengerin temen saiah selalu ngingetin saiah tiap ketemu dimanapun kapanpun untuk segera menonton film yang satuh inih.
Akhirnya di hari liburan pasca ujian yang cerah inihh, saiah memaksakan dirih melangkahkan kaki untuk segera bergerak menuju zeenemax terdekat. uhh..pagi yang dingin inih sebenernyah saiah lebih memilih untuk tidur ditempat tidur terus berselimut selimut, sambil memeluk bantal guling kesayangan. Tapi baru sajah temen saiah itu nelpon lagi, dan coba tebak apa katanya.
teman: "woi,dhi!!udah nonton my girl and I belum??"
saiah : "monet lo!!pagi-pagi udah ganggu waktu istirahat orang ajah!!!"
Yah, here I go, setelah selesai menonton film itu, saiah baru ngerti kenapa teman saiah bilang ni film bisa buat manjiman nangis terharuhuhuhu. Apa saiah menangis??? Tidak diluar, tapi di dalam hati, film ini jauh meninggalkan bekas rasa yang sangat dalam. Berkas perasaan yang susah dilukiskan dengan kata-kata. yang hanya bisa sodarah dapatkan dengan menonton film inih!!Yah, sekarang giliran saiah!!untuk memaksa sodarah untuk segera menonton film inih dahulu(bagi yang belum), dan bagi yang sudah, ayoh!!mari2, segera klik title diatas, lalu setelah masuk ke tulisan inih, segera tinggalkan comments sodarah!!!gak maksa loh ya!!tapi jangan lupa anda harus meninggalkan comment!!sekali lagi saiah tidak memaksah yah?!awas gak dicomment ya!!!??tak sumpahin dah 7 turunan!!! (*jangan lupa saiah tidak memaksah…:) )
review :
My girl and I sebenarnya merupakan kisah kenangan masa lalu dari su-ho(cha te-hyon), tentang cinta pertamanya. Kisah kenangan masa lalu ini dimulai dari su-ho yang diselamatkan oleh so-eun(song hye-gyo) pada saat su-ho hampir saja tenggelam saat sedang bermain di pantai. so-eun adalah gadis yang cantik, pintar, dan dia merupakan primadona di sekolahnya. Sedangkan su-ho adalah anak yang bodoh, gagap kalo berbohong, dan berbagai kekurangan lainnya. So-eun dan su-ho ini sebenarnya saling mencintai, tapi mereka tidak menyadarinya. Su-ho menganggap dirinya yang bodoh itu tidak pantas untuk gadis secantik dan sepintar su-ho. Bagaikan katak yang merindukan rembulan. Sedangkan so-eun terus menunggu su-ho untuk mendekatinya terlebih dahulu.
Namun, pada akhirnya, so-eunlahyang mengambil inisiatif untuk memulai drama percintaan mereka. Dimulai dari saat so-eun meminta su-ho untuk membelikannya kroket dan mereka memakannya bersama. Keesokan harinya, su-ho di cari oleh young-go yang berbadan besar dari klub yudo. Young-go ini juga menyukai so-eun, jadi ketika dia mendengar su-ho dekat dengan gadis yang dicintainya, young-go segera menginterogasi su-ho, dengan kekerasan tentunya. Tapi untung saja, so-eun datang melewati tempat itu. Jadi su-ho langsung meminta so-eununtuk menjelaskan kesalahpahaman itu. Young-go langsung bertanya kepada so-eun apakah mereka pacaran atau tidak, dan so-eun pun menjawab jika mereka memang pacaran. Hal ini membuat young-go marah dan langsung membanting su-ho ketanah. Untung saja kedua sahabat su-ho datang tepat waktu dengan mengendarai sepeda. Jadi mereka langsung menggonceng su-ho dan so-eun dan kabur dari tempat tersebut.
Mereka berempatpun langsung pergi menuju pantai. Su-ho dan so-eun duduk berdampingan sambil menatap indahnya laut di sore hari. Sementara kedua sahabat su-ho, jauh dari mereka. Mereka berbincang-bincang, mengobrol dan sambil mengenang masa kecil mereka. Disini, benih-benih cinta mereka mulai saling mengikat satu sama lain.
"lautnya merah sekali" - so-eun
"selalu begitu pada saat seperti ini" - su-ho
"kalau begitu kenapa wajahmu memerah?" - so-eun
"emm, selalu….begitu…. pada saat seperti ini…" - su-ho
kau tidur selama musim panas yang panjang dan musim dingin yang panjang
100 tahun lagi aku akan berbaring disampingmu
menantilah dalam damai hingga hari itu tiba - puisi cina kuno
Dikelas, di saat mereka berjalan pulang, dimanapun mereka selalu bersama. Sampai saat su-ho mengantar su-uen pulang sampai depan rumahnya, su-uen memberikan nomor pagernya kepada su-ho dan memintanya untuk meninggalkan pesan di sana. Su-uen tidak mengijinkan su-ho menelpon ke rumahnya karena ayah su-uen sangat galak.
Setelah su-uen masuk kedalam rumah, su-ho berjingkrak-jingkrak kegirangan. Saking senangnya, sampai dia tidak menyadari kalau ayah su-uen telah berdiri di belakangnya memperhatikannya. Begitu meyadarinya, su-ho langsung terdiam dan tersenyum bodoh sambil berjalan melewati ayah su-uen untuk pulang. Ayah su-uen hanya terdiam dan terus memperhatikan su-ho pergi dengan wajah garang. Namun belum terlalu lama, su-ho kembali lagi untuk mengambil sepedanya yang tertinggal di depan rumah su-uen. Dia pun harus kembali melewati ayah su-uen yang masih berdiri memperhatikannya.
Suatu hari, saat su-ho sedang belajar di kelas, datang kabar bahwa kakek su-ho pingsan dirumah. Su-ho yang mendengar kabar ini langsung segera pulang kerumahnya. Sesampai dirumah , ternyata kakek su-ho tidak benar-benar pingsan. Kakeknya sengaja membuatnya pulang agar kakeknya bisa ingin mengobrol dengan su-ho tentang cinta pertama kakeknya yang masih terus dikenangnya bahkan dicintainya sampai saat kakeknya menikah dengan nenek su-ho. Pada saat itu, su-uen datang ke rumah su-ho untuk membawakan tas su-ho yang tadi ditinggalkannya di kelas. Disana akhirnya, mereka berdua bersama-sama mendengarkan cerita cinta pertama dari kakek su-ho.
—-singkat cerita—–
" itulah karma
kau pikir semua berjalan seperti yang kau inginkan…
tapi hidup meletakkan banyak belokan di jalanmu…
satu belokan kecil bisa menimbulkan takdir yang berbeda…" - kakek su-ho
"katanya setiap orang memiliki takdirnya sendiri
bagi kakek takdirnya adalah neneku, bagi ayah takdirnya adalah ibuku
aku berharap kau jadi takdirku" - su-ho
su-ho dan ketiga sahabatnya berencana pergi menuju ke sebuah pulau yang terdapat batu yang bisa mengabulkan permintaan, dan Su-ho mengajak su-uen untuk ikut bersamanya. Su-uen pun menyetujuinya. Jadi pada waktu dan saat yang telah ditentukan mereka berangkat ke pu
lau itu. Namun teman-teman su-ho tidak jadi ikut berangkat karena ingin memberikan waktu kepada su-ho dan su-uen untuk bisa bersama.
Mereka berdua pun berlibur berdua di pulau tersebut. bermain-main, dan menikmati indahnya dunia dan waktu-waktu yang mereka miliki untuk bisa bersama-sama. Malam harinya, terjadi badai yang melanda pulau tersebut. Saat itu su-ho dan su-uen sedang menginap di sebuah penginapan sederhana. Mereka berdua sedang menikmati suasanan malam disaat hujan(benar-benar suasana yang romantis), lalu su-ho menceritakan pengalamannya di masa lalu saat rumahnya sering dikunjungi oleh orang buta. Saat itu juga sedang hujan. Su-ho dan orang buta tersebut duduk diteras sambil memandangi hujan yang turun. Orang buta tersebut bertanya kepada su-ho :
orang buta : "apa hujan tersebut turun dalam bentuk butiran atau benang?"
su-ho kecil : "dalam bentuk butiran"
su-ho mengatakan kepada su-uen bahwa sampai saat ini pun dia masih belum taw, apa hujan tersebut turun dalam bentuk butiran atau benang… Su-uen tidak menjawab pertanyaan su-ho, mereka berdua hanya saling menatap. Dan seketika itu su-uen mencium bibir su-ho. ciuman mereka benar-benar ciuman yang dilandasi oleh perasaan cinta, bukan ciuman yang sekedar untuk memenuhi nafsu masing-masing(sodarah akan mengerti maksud saiah saat menonton film inih langsung). dan Waktu seakan berhenti berputar ketika mereka sedang berciuman.
"indah sekali, seberapa besar kemungkinan melihat seperti ini?" - so-uen
"berapa besar kemungkinan kita bisa bertemu?" - su-ho
"seperti berapa besar kemungkinan melihat bintang saat terjadi angin topan?"
- so-eun
———
sisanyah sodarah nonton sendiri ya!!! di bagian akhir dari cerita ini adalah inti dari keseluruhan cerita yang terdapat pada film "My girl and I". Di bagian akhir cerita ini, sodarah akan melihat apa itu cinta sejati yang sebenarnya(itu menurut saiah lo). Yeah,,pokoknya bagian akhir dari cerita ini wajib anda tonton. Karena di bagian inilah sodarah akan dibawa ikut larut dalam alunan cerita dari film "My girl and I" inih. Percayalah!!!percayalah!!
saiah sendiri tidak ingin menceritakannya sendirih disinih, karena takut cerita saiah bisa mengurangi feel yang anda dapet dari menonton langsung film inih. Film inih, tidak hanya menawarkan anda mengenai drama percintaan dua orang anak sma semata, didalamnya juga terdapat banyak banyak pesan moral mengenai cinta itu sendiri. Dan juga banyak humor-humor segar yang saiah dapat pastikan bisa membuat anda tertawa terbahak-bahak.(kalo sodarah tidak tertawa, potong nieh alis saiah setengah!!heheh).
——-
hihih, sebenarnya saiah malas menceritakan nya terlalu banyak. soalnya, saiah sendiri masih larut dalam cerita film ini. Hari inih sudha 2 hari berlalu sejak hari terakhir saiah menonton film inih. Tapi entah kenapa saiah masih saja terbawa pengaruh emosi dan jiwa yang saia dapat dari menonton film inih. Ini film pertama yang membuat saiah bisa merasakan hal yang tak bisa saiah ungkapkan dengan kata-kata dalam waktu yang lama. Apa ini sebenrnya?? Saiah benar-benar penasaran dengan sensasi perasaan yang saiah dapatkan.. Apakah ini yang namanya CInta???
kalo sodarah juga maw tauk, ayo, buruan!! tonton segera film inih!!!dijamin bagus!!!saiah memberikan 5 bintang(*****) untuk film inih. Namun bagi sodarah yang sudah menonton film inih, ayo sharing mengenai perasaan anda disinih.heheheh…Buruan tinggalkan comments ya!!! (saiah tidak maksa loh!!)heheh.
Tulisan lain :
ininyadadun.wordpress.com:
"As long as I have been living, there has never been a day without you and there never will be…"
Kakek Kim Su Ho yang seorang pembuat peti mati suatu hari bercerita pada mereka tentang cinta pertamanya yang “hilang”. Mereka berdua pun kerap membahas hal itu di hampir setiap kesempatan. Dan ternyata memang kisahnya memberikan pembelajaran tersendiri bagi keduanya. Tentang hidup yang terkadang kita anggap tidak adil, padahal sebenarnya Tuhan telah mengatur segalanya sedemikian rupa adanya. Tentang cinta yang tak harus selalu saling memiliki, namun tetap indah dalam segala bentuknya. Dan tentang kematian yang bukan sebuah akhiran. Raga seseorang boleh saja mati, namun tidak dengan pikiran dan jiwanya. Terutama cinta yang tidak pernah mengenal kematian.
—–
Tapi tentunya film ini tidak segaring yang kita bayangkan. Nuansanya benar-benar manis dan lumayan sendu. Juga membuat kita sedikit bernostalgia ke jaman-jaman SMA di mana cinta sedang berbunga-bunganya di hati kita. Ada hal-hal yang hanya akan kita rasakan tanpa mampu kita ucapkan. Dan itu benar-benar mengesankan. Seperempat akhirnya benar-benar penuh keharu-biruan. Memancing air mata. Lebih-lebih karena makna cinta yang digambarkan begitu dalam. Dan saat itu kita akan menyadari bahwa sesuatu yang tenang benar-benar menghanyutkan.
review lainnya lagi :
Setelah sekian tahun melanglang buana, Kim Su-ho akhirnya kembali ke kota asalnya. Disana, kenangannya terhadap cinta p
ertama saat masih SMU, yang tidak terlupakan sampai kapanpun, bersama seorang gadis bernama Bae So-eun mengiringi setiap langkah dan tempat yang dikunjunginya.Saat masih bersekolah, Su-ho adalah seorang pemuda canggung dan tidak berbeda dengan rekan-rekan seusianya. Namun yang cukup menakjubkan, ternyata sosoknya yang biasa-biasa itu mampu menarik perhatian gadis tercantik di sekolah So-eun yang menjadi rebutan banyak orang.
Yang lebih membuatnya serasa di awang-awang, So-eun lah yang justru pertama kali menyatakan ketertarikannya, yang telah dimulai sejak keduanya masih kecil, pada pemuda itu. Menjalani hari-hari penuh kebahagiaan bersama, perjalanan ke Pulau Maemul-lah yang menyadarkan Su-ho betapa besar cintanya pada sosok So-eun.
Sayang kebahagiaan tersebut tidak berlangsung lama, So-eun jatuh sakit setiba di kota dan kedua orang tua gadis itu langsung memusuhi Su-ho. Belakangan baru terungkap, ternyata kondisi kesehatan So-eun telah kritis karena selama ini ia mengidap penyakit mematikan, penyakit yang selama ini disembunyikan dengan keceriaannya saat bersama Su-ho.
Penggemar film Korea yang menawarkan panorama indah dan uraian air mata pasti menyukai film satu ini, apalagi bila membayangkan ucapan terakhir tokoh So-eun yang terngiang-ngiang menjelang akhir film. Kisah My Girl and I sendiri diambil dari dorama (dan film) Crying Out Love from the Center of The World alias Sekai no Chuusin de ai wo Sakebu, yang juga diadaptasi dari novel best-seller.
sumber photo : www.hancinema.net,






uoohh!!so sweet!!!
sumpah filmnya buat terharu…
selain kocak, bisa buat menangis,,,,
T_Tx
siyal! gw kira bahas cwek loe om.. ternyata pilem.. set dah
Thanks for the post
kita last blog post my girl and i…
cuman ngetes,,,hehe
aku ud nonton film ini satu tahun yang lalu… he he.. keren banget karena yg jadi pemainnya itu gue ngefans banget semenjak endles love…tapi aku bukan manjiman, tapi manjima..(manusia berjiwa malaikat) he he…*kabuurrr….
Your blog is interesting!
Keep up the good work!
gw sering liay nih pelem di t4 rental, tapi gw blom da niat buat nonoton.tapi setelah baca review nya , kayaknya gak ada salahnya gw coba nonton, thanx yah atas review nya…
beyits last blog post..Ada apa dengan lagu anak-anak
thats for sure, dude
thanks much, man
I LOVE This Movie….