Sebelum saiah benar-benar pergi, ada satu hal yang ingin saiah ceritakan kepada sodarah semua, cerita mengenai sebuah blog yang telah mengajari saiah tentang indahnya dunia dan memberikan saiah inspirasi untuk bisa menggapai mimpi yang lebih tinggi lagi. Blog tentang persahabatan, cinta, dan kehidupan…

———
Entah kapan pertama kali saiah berkunjung dan menapakkan kaki di blog itu. Entah berapa kali pula saiah mengulang membaca setiap tulisan yang ada di blog nya. Entahlah.
Yang saiah tahu hanyalah saiah benar-benar tidak pernah bosan untuk membacanya. Bahkan tak jarang, meskipun sudah dibaca berulang-ulang kali, tulisan yang terdapat di blog itu masih saja bisa membuat saiah tertawa terbahak-bahak, tersenyum geli, bahkan menitikkan air mata karena haru atau sedih.
“Blog Sang Pemimpi” mungkin nama ituh adalah nama yang tepat yang bisa saiah berikan untuk blog yang merupakan tempat tinggal dari “Andrei” sang travellous sejati. Karena blog itu tercipta dari mimpi seorang anak yang selalu ingin untuk pergi ke prancis, dan kini sudah menjadi kenyataan.
Bacalah “Sebuah “testimony” untuk kenyataan mimpi dan perjalanan”, dan sodarah akan mengetahui kalo mimpi tidak selalu akan tertidur di alam bawah sadar kita. Tapi juga bisa menjadi kenyataan dalam kehidupan sehari-hari kita.
Banyak hal yang menarik yang bisa kita temukan di dalam Blog yang ber tittle “senyum dunia” tersebut. Selain karena gaya penulisan dari sang empunya blog sendiri yang bisa membuat kita tertawa, ataupun menangis terharu, juga karena apa yang kita baca merupakan kisah nyata dari perjalanan hidup seorang Backpacker yang senang menjelajahi dunia.
Selain itu juga, di dalam blog “Senyum dunia” itu kita bisa belajar banyak mengenai budaya dunia luar, pelajaran mengenai kehidupan, dan semangat hidup yang bisa dijadikan inspirasi bagi sodarah-sodarah yang ingin terus maju menuju puncak dari kehidupan.
Bacalah “Serangan Fajar di Little India”, “Buy things or buy experience?”, “Eropa itu seperti perempuan cantik, tak terduga, sulit ditaklukkan.”, “Apa yang didengar tidak sama dengan yang dirasakan, percayalah!”, “Glances”, dan masih banyak lagi. Dan sodarah akan mengetahui bahwa betapa dunia tidak hanya sebatas daun kelor, dan masih ada banyak hal yang belum kita lihat dan kita rasakan sendiri.
Cinta, persahabatan, travelling ala backpacker, ahh, mungkin ini lah alasan utama saiah sering mengunjungi blog yang satu ini. hehe. Selain pelajaran tentang hidupnya yang telah membuka mata saiah terhadap dunia.
Bagitu banyak kisah tentang persahabatan yang bisa membuat saiah terharu seperti misalnya “Ada Hal Kecil Yang Berarti” yang dilanjutkan dengan “Agar kamu Saling Mengenal…” merupakan salah satu kisah favorit saiah tentang persahabatan di blog andrei. Namun satu kisah yang menurut saiah best of the best yang patut diacungi empat jempol tentang indahnya sebuah persahabatan adalah kisah “Tanpa kamu…” yang benar-benar membuat saiah merasakan sebuah rasa persahabatan yang sedemikian kuat.
Dan tentang cinta, hemm, bagi sodarah yang sudah sering dan juga mengenal blog yang satu ini pasti langsung tersenyum makna. Bagaimana romantisme kehidupan yang selalu mengiringi setiap postingan dari andrei ini benar-benar bisa membuat saiah hanyut dan tak habis pikir. kenapa tak habis pikir??? hihihi. *Buat yang ngerti pasti langsung senyum makna*
Rasanya sulit bagi saiah untuk mengkategorikan lebih jauh lagi setiap postingan yang terdapat di blog andrei kedalam daftar tersendiri, karena di dalam setiap cerita tersebut mencakup banyak hal yang bisa kita petik hikmahnya. Baik itu tentang cinta, persahabatan, kehidupan, dan banyak hal lainnya. Namun satu hal yang membuat saiah tidak pernah bosan mengunjungi blog ini adalah humor-humor yang selalu berhasil membuat saiah untuk tertawa terbahak-bahak membacanya. sungguh!
Dan mungkin akan jauh lebih baik bagi sodarah untuk membaca sendiri blog ini dan menentukan apa ini termasuk salah satu blog yang bagus menurut selera sodarah atau hanya sekedar blog biasa. Bagaimanapun juga, review singkat yang saiah berikan ini benar-benar berasal dari pandangan subjektif saiah sendiri sebagai seorang manusia yang banyak kekurangannya. Jadi datang dan nikmatilah blog abang saiah yang satu ini
Ehem, Ada kelebihan tentu ada kekurangannya, dan kekurangan dari blog ini adalah : “JARANG diUPDATE!!” Jadi saiah benar-benar dibuat penasaran untuk menunggu setiap postingannya. ;p , So buat bang andrei, saiah sarankan untuk lebih sering update blognya ya!!heehehe.. Saiah curiga, jangan2 yang punya blog juga jarang mandi nih sejarang ngupdate blognya. Hihihihi. Becanda bang!!
*di ajak travelling + dikenalin ama julls n Ling dijitak ama andrei* hehe.

Oya, mungkin sebagai pelengkap dari review kali ini, berikut akan saiah sertakan salah satu postingan tentang sahabat terfavorit saiah dari blog bang andrei. (buat mas bayu : mas, saiah copas nih, termasuk golongan yang mana ya?? hehe) (buat bang andrei : bang, tulisannya aku pajang disini ya!!!hehe)
Semua rumor ini berkembang lantaran saat itu, saya dan Ling masih di perpustakaan videografi kala malam menjelang. Menonton dan ngebahas pergerakan film new wave di Perancis, film2 nya sutradara besar macam: Jean luc godart, truffaurt, sampe ngebahas analisanya Andre bazin dalam Chasier du cinema, mereka adalah tokoh dibalik kesuksesan sinema perancis. Makanya gak sedikit waktu yang diperlukan untuk mendalami pemikiran orang2 besar macam mereka, saya dan Ling sampe begadang di ruang tersebut, sampe kita ketiduran di sofa besar berdua dan besoknya petugas dan mahasiswa yang datang ke ruangan videografi melihat kita tertidur bareng di satu sofa (gak perlu lah sampe saya jelaskan gimana posisi persisnya) yang jelas rumor santer tersebar, kalo saya dan Ling itu adalah sepasang kekasih, parahnya Rumor berkembang jadi: “Andrei meniduri Ling di Ruang Videografi”. Shit!. Padahal saya sudah klarifikasi ke orang2, Anehnya hal itu bukan jadi Aib bagi yang mendengar malahan mereka ngangep saya itu kereen!, berani bercinta di kampus!. Bahkan tak jarang menginspirasi lainnya, saya gak kaget kalo tiba2 anak2 kelas ada yang bilang dengan bangga: Rei…gue tadi bercinta di di depan kelas!. AARRRGGGGHHHH!
Nah gara2 itu, hubungan saya dan Ling jadi sedikit risih. Kita jadi jarang duduk sebangku lagi, jarang pergi berduaan lagi. Kalo pun saya ngajak ngobrol, Ling hanya menjawab sekedar dan pergi menjauh dengan alasan lain. Jadilah dalam beberapa hari itu saya hanya bergaul dengan teman lain nya, lumayan ada hikmahnya juga, bisa ngakrab dengan anak2 lain. Saya baru nyadar kalo selama ini saya terlalu dekat dengan Ling hingga mengacuhkan teman2 kelas lain. Akhirnya saya pun punya Gank baru, dengan Agatha (Monaco), Ben (Canada), dan Rily (Jerman), jadi di kelas kita ber empat ngumpul di sisi kanan kelas, dulu saya ada di sisi kiri belakang duduk bareng Ling deket jendela. Dan Ling sendiri juga asyik dengan Gank barunya, bareng Miena (Iran) dan Jonathan (Austria). Kursi saya dulu duduk disamping Ling kini sudah ada Jonathan disana, Pria Flamboyan bermata biru. Begitulah hari2 kami, berjalan masing2.
Sehabis ujian waktu itu, kegiatan kampus tidak terlalu ramai, makanya saya banyak menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga asuh, nge Blog di depan komputer, atau Hang Out bareng Jean dan Leonard. Terkadang saya menemui Julls untuk menemaninya melukis di Spot2 menarik kota Lyon. Entah kenapa saat itu walau bersama Julls, pikiran saya melayang jauh. Saya kangen sama Ling, jujur saja tanpa dia hari2 saya jadi basi, gara2 rumor sialan itu makanya kita gini, Sialan!. Nasi sudah jadi bubur, mungkin jalan takdir pertemanan saya dengan Ling cuma sampe sini.
Julls menegur saya, yang dari tadi ngelamun “Kamu kalo bete, gak apa2 pulang aja saya gak keberatan kok Rei”
Saya cepat menggeleng, sambil menyalakan sebatang rokok
“Kamu ngerokok ya?”
“Iyah kalo stress!” Jawab saya kalem
“Stress? Berarti kamu ada masalah?” Julls menghentikan guratan pada sketch book nya, saya keceplosan omong.
“Bukan masalah besar kok, hanya kangen rumah” saya mengelak
Julls tersenyum, lalu merapikan peralatan gambarnya. “Kamu telpon saja ke rumah”
“Enak aja kmu ngomong, emangnya murah apa?”
“Pake Skype punyaku aja, masih ada account buat nelpon!”
Saya serba salah, ditanggepin serius.
Berikutnya saya udah ada di kampus lagi memakai laptop Mac Julls di sudut kampus ber WI-FI, Julls memberitahukan password skype nya, saya menarik napas dalam sudah lama saya tidak menyapa orang rumah.
Begitu Log in banyak sekali deretan list temen2 Julls yang menyapa, Julls sendiri bilang Just ignore them, karena saat itu dia lagi sibuk ngerjain instalasi seni bareng teman kelompok. Busyet account Skype dia masih ada 120 Poundsterling buat nelpon. Begitu saya sudah make head set… Ding! Nama Panda muncul menyapa, saya cuekin sesuai perintah Julls, namun si Panda terus mengisi kotak percakapan tanpa ampun, dan saya langsung mematung begitu ia menulis:
Panda: …..kamu kan lagi deket2nya sama Andrei….
Deg! Si Panda ini ternyata Ling!
Saya gemeteran mau balas, akhirnya saya memberanikan diri bukan buat mengaku kalo saya Andrei, tapi berpura2 menjadi Julls
Panda: kmu tau sendiri kan? Klo itu bohong!, nah si Andrei itu bukannya klarifikasi, malah cuek sama Rumornya!
(saya kaget)
Chocolate: Loh Andrei bilang dia sudah mengklarifikasi kok, Cuma anak2 kelas aja yg lebih memilih untuk gak perduli.
Panda: Lo ngebelain dia? Jelas2 dia sekarang, udah nyuekin gue!
Chocolate: Nyuekin? Dia bilang kmu yang nyuekin dia!
Panda: Pertama emang iyah, tapi setelah itu malah jadi keterusan, dianya ikutan nyuekin gue!
Chocolate: intinya apa yang kamu mau omongin sama aku? kamu cuma mo nyalahin Rei?
Pause 5 second
Panda: Kangen…
Chocolate: heh?
Panda: gue kangen sama dia Julls
(mata saya langsung berkaca2)
Chocolate: iya saya denger Andrei juga kangen sama kmu Ling, dia mikirin kamu terus, sampe dia gak bisa tidur, gak bisa makan, gak bisa…..
(saya bingung cari kata2 selanjutnya, betapa ternyata saya sangat menyayangi Ling, sangat kehilangan nya)
Panda: gue juga, gak semangat belajar, gak ada lagi yang gue gangguin, gak ada lagi yang bisa gue ledekin.
(saya senyum kecut)
Alhamdulillah, ternyata sobat saya satu ini juga masih sayang sama saya, saya menahan haru. Saya langsung iseng, sudah lama Ling menjajah (ngerjain) saya, gantian sekarang!.
Chocolate: kamu kenapa sih deket2 ma Rei? Kamu jangan2 suka ya ma dia?
Panda: loh? Lo marah ya? Emang lo ma dia udah jadian?
Chocolate: Oooh pasti!, saya tergila2 kok ma Rei! (Hahaha seneng banget saya banggain diri lewat orang lain)
Panda: Aaah yang bener? Kok Rei gak bilang2 klo udah jadian?
Chocolate: Begitulah Ling, anak itu terlalu Cool mungkin, anak itu pembawaan nya menghanyutkan! (xixixixi! saya Ge-Er abis muji diri sendiri, biar tau rasa si Ling!)
Panda: kamu tau gak, kenapa saya menyukai dia?
Chocolate: Gak heran kan? Dia memang keren!
Panda: Karena dia itu bodoh Julls!
Chocolate (gue langsung naik pitam): Maksud Lo apaan neh?
“Karena Rei itu mudah di kelabui” kali ini Ling tidak bercakap di kolom skype, tapi dia udah ada di samping saya, mengurai senyum haru nya. Menaruh laptop VAIO di sampingnya dan memeluk saya hangat!. Bles…beban di pundak saya jatuh terurai
“Maafin saya Rei”
Saya tidak bisa berkata apa2, berusaha sekuat mungkin nahan air mata yang jatuh dalam keharuan. Dari jauh saya melihat Julls tersenyum (rupanya ini sudah diatur nya). Sudah lama saya tidak merasakan pelukan hangat Ling, pelukan sahabat.
Berikutnya, Ling membisik dalam pelukan: “Sejak kapan kamu jadian sama Julls, heh?”
Saya buru2 langsung nutup account skype, ngehilangin jejak percakapan kami tadi.
“Gak usah repot2, semua pecakapan kita tadi sudah saya SAVE di laptop ini, tinggal kasih tau Julls!” Senyum licik Ling kembali menghias, saya langsung keringat dingin.
“Ampuni saya!!!!!” *menyembah2 gak karuan* di iringi ketawa setan Ling.
Saya menatap Ling yang tertawa mengenaskan dengan keharuan yang mendalam, saya gak mau kehilangan Ling lagi, saya pengen selalu sama2 Ling, gak perduli apa kata orang bilang.
Ling berhenti tertawa melihat saya gak ngaruh di ancam, lagi2 saya gak kuasa untuk memeluk Ling kedua kalinya, saya langsung memeluk Ling, kali ini lebih erat. Membuat Ling terdiam.
“Ling… saya gak mau kehilangan kamu lagi!”
Ling membisu, lalu berucap pelan: “Sejauh mana kamu gak mau kehilangan saya”
………
………
………
Saya berbisik sangat pelan namun tegas “Walau ditukar dengan Julls, saya akan tetap milih kamu….”
Ling tidak bersuara, saya hanya merasakan bahu saya tiba2 basah
“Tenang saja untuk kalimat tadi saya gak akan bilang ke Julls”
Ling mempererat pelukan.
***
P.S: Cerita nyata ini sedikit saya tambah2 kan, untuk saya dedikasikan kepada rekan2 Blogger yang bersahabat indah, walau permasalahan timbul, mereka tidak mencari siapa yang salah, mereka hanya sibuk mencari bagaimana merasakan hal yang dulu sempat hilang, merasakan lagi indahnya dipeluk hangat seorang sahabat!.
Posted by travellous at 2:01 PM 28 comments
—————
dan kini mengenai saiah…
Saiah akan pergi dulu. Mungkin postingan pamit saiah terdahulu terlalu singkat. Jadi akan saiah panjangkan lagi sedikit ajah,hehe.
Sehubungan dengan semakin dekatnya BALI ASIAN BEACH GAMES COMPETITION yang akan diadakan di bali, dan berhubung saiah selaku salah satu volunteer di event tersebut, dan ada hubungannya juga dengan Ujian Tengah semester yang akan datang setelah Event ini berlangsung, jadi saiah memutuskan untuk hiatus sejenak. Mungkin sekitar 1- 2 bulan. Sampai semua keadaan tenang dan kembali normal.
Mungkin saiah akan jarang bermain2 lagi ke blog teman semua, tapi saiah berjanji untuk sekali waktu menyempatkan diri untuk mampir sejenak. Dan saiah mohon maaf apabila tidak sempat membalas kunjungan teman-teman yang sudah mampir ke blog ini. Nanti setelah saiah kembali dari kesibukan saiah, saiah berjanji akan membayar hutang kunjungan dan mengacau lagi di blog teman semuah..
Tunggu saja!!! hehehe.. ;]
Farewell..
